NewsBalikpapan –
Persiba Balikpapan terus merugi dalam strategi penjualan tiket penonton pertandingan kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion Parikesit. Dalam sekali pertandingan, managemen Persiba harus menelan kerugian yang nominalnya mencapai puluhan juta rupiah.
“Kerugian kami mencapai puluhan juta rupiah per pertandingan,” kata Wakil Ketua Panpel Persiba, Syarief Syamsul , Rabu (4/6).
Syarief mengatakan Persiba membutuhkan dana setidaknya sebesar Rp 70 juta dalam penyelenggaran satu kali pertandingan laga kandang. Namun saat ini, antusiasme penonton Balikpapan terus merosot dalam musim kompetisi LSI.
“Penjualan tiket kami hanya Rp 20 juta hingga Rp 40 juta saja. Tentu rugi,” paparnya.
Semestinya, menurut Syarief pertandingan kandang Persiba minimal harus memperoleh pemasukan Rp 100 juta. Pemasukan pertandingan musim ini menjadi yang terburuk bagi Persiba.
“Kesadaran masyarakat Balikpapan kurang untuk beli tiket, mereka maunya masuk gratis. Mungkin satu-satunya klub di Indonesia,” paparnya.
Syarief mengatakan Persiba segera melaksanakan evalusi soal kerugian pertandingan kandang ini. Selama ini ada anggapan turunnya antusias penonton disebabkan prestasinya yang merosot di zona degradasi dengan mengumpulkan 17 poin dari 14 laga.