Seorang oknum personil Pangkalan TNI AL Balikpapan Kalimantan Timur disebut sebut mengintervensi sekaligus menghina tugas jurnalistik setempat. Personil TNI AL Balikpapan belum diketahui namanya ini melarang para wartawan mewawancarai pejabat selain dari pimpinannya.
“Saat kami hendak wawancari Direktur Polisi Air Polda Kaltim, dia langsung melotot,” kata Wartawan Metro TV, Poniran, Kamis (14/5).
Poniran mengatakan oknum TNI AL ini sejak awal memang sudah berusaha mendikte pertanyaan wartawan Balikpapan. Dia memerintahkan wartawan hanya mewawancari pimpinannya sehubungan acara latihan bersama penanggulangan aksi terror di Pelabuhan Semayang Balikpapan.
“Pokoknya kalian hanya wawancara sehubungan acara ini saja. Memang saat itu kami disitu meliput acara TNI AL,” tutur Poniran menirukan ucapan personil TNI yang mengenakan seragam safari ini.
Para wartawan Balikpapan yang sudah berkumpul, lanjut Poniran semula tidak terlalu memperdulikan perintah personil TNI AL ini. Pasalnya mereka juga sudah menyimpan agenda wawancara ke sejumlah pejabat Kalimantan Timur yang hadir di acara latihan tempur ini.
“Namun sebelumnya, kami sudah selesai wawancara sehubungan acara mereka yaitu Wadirlat Kodiklat Mabes TNI, Brigadir Jenderal Heronimus Guru. Tentunya kami boleh mewancarai pejabat lain dengan tema liputan yang lain dong,” paparnya.
Karenanya sejumlah wartawan Balikpapan kemudian berinisiatif untuk mewancarai Direktur Polisi Air Polda Kaltim, Komisaris Besar Yasin Kosasih sehubungan kecelakaan kapal LCT Daniels. Wartawan hendak mempertanyakan proses evakuasi korban yang belum tuntas hingga kini.
Hanya sebentar wawancara, Poniran membeberkan oknum TNI AL ini kemudian menghentikan wawancara dengan alasan acara seremoni segera dimulai. Setelah itu dia kemudian kembali sembari menghardik beberapa wartawan yang sedang berkumpul.
“Kalian disini untuk wawancarai komandan saya, bukan wawancara polisi. Tahu kalian,” paparnya menirukan.
Ponirian mengaku tindakan oknum TNI AL ini telah menyinggung profesinya sebagai wartawan maupun harga dirinya selaku pribadi. Menurutnya tidak sepantasnya TNI AL mengatur atur tugas wartawan di suatu lokasi public.