NewsBalikpapan –
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Ariantyo Condrowibowo menyatakan perairan Kalimantan Timur masih aman dari praktek pembajakan kapal. Alur laut Indonesia di Selat Makassar memang sudah jadi jalur alternatif perdagangan antar negara.
“Masih aman dari aktifitas pembajakan,” katanya, Rabu (7/5).
Ariantyo mengatakan ada kriminalitas laut di sepanjang sisi barat Selat Makassar, mulai dari Teluk Adang, Teluk Apar di selatan Balikpapan, Delta Mahakam, hingga Muara Berau. Namun yang terjadi adalah pencurian kecil berupa tambang kapal, cat dan hal hal kecil lainnya.
Tipiring atau tindak pidana ringan adalah perbuatan pidana yang ancaman hukumannya tidak lebih dari 6 bulan, seperti mencuri sandal. Pelaku pun tidak ditahan lama dan dilepas kembali setelah diproses verbal, yaitu diambil data-datanya semacam sidik jari dan data administrasinya dan catatan kejahatannya diisi.
Namun demikian, Danlanal mengakui bahwa kejadian-kejadian seperti pencurian itu memang bisa sangat menganggu. Apalagi bila yang menjadi korban adalah kapal-kapal asing. Malah dari kapal-kapal asing itu pulalah predikat ‘blackwater’ tersebut berasal.
“Sebab ketika mereka jadi korban itu, mereka tidak melapor ke kami di Angkatan Laut, atau aparat setempat. Mereka justru menyiarkannya di radio internasional selain melapor ke IMO, International Maritime Organization,” kata Danlanal.
Padahal sebenarnya cukup dengan berkabar di ‘marine band’ atau frekuensi komunikasi semua yang beraktivitas di laut di Indonesia.
Lanal Balikpapan juga semakin menggiatkan patroli laut untuk menciptakan rasa aman di perairan itu. Patroli berangkat dari 5 pos TNI AL, yaitu di Kampung Baru di Balikpapan, di Teluk Adang di Paser, di Tanah Grogot, juga di Paser, di Anggana dan di Muara Pegah di Kutai Kartanegara.
Di setiap pos-pos tersebut tersedia 3 unit speedboat, selain Lanal Balikpapan juga mengoperasikan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL) Manggar dan Anggana, kapal patroli sepanjang 12 meter lengkap dengan senjata. Satu KAL, yaitu KAL Sepinggan sudah tidak bisa dioperasikan lagi karena sudah tua dan kini ditarik ke darat.
Di sisi lain, dibanding luas perairan, Danlanal Condrowibowo mengakui bahwa ia kekurangan personel dan peralatan. Idealnya, sekurangnya ada satu KAL di setiap pos selain sekurangnya juga 3 unit speedboat.
1 Comment
[…] itu sudah jelang pergantian juru mudi di kapal TB Charles. Badan juga sudah terasa penat seharian memegang kemudi kapal,” katanya mengingat kronologis […]