Perda Tarif PDAM Balikpapan Direvisi
Perda Tarif PDAM Balikpapan Direvisi
25 March 2014
Telkom Cairkan CSR Rp 2 M di Balikpapan
Telkom Cairkan CSR Rp 2 M di Balikpapan
25 March 2014

Balikpapan Bangun Pangkalan AL Rp 85 M

Balikpapan Bangun Pangkalan AL Rp 85 M

Kilang Pertamina BalikpapanNewsBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyiapkan dana hingga Rp 85 miliar untuk pembangunan Pangkalan TNI AL setempat. Pemerintah daerah masih menunggu kepastian lokasi dermaga yang dikabarkan meminjam kawasan milik PT Pertamina di Balikpapan.

“Anggaran sudah disiapkan, namun juga menunggu kepastian lokasi Pangkalan TNI AL di Balikpapan,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Balikpapan, Abdullah, Selasa (25/3).

TNI AL menyatakan sudah ada kesepakatan pinjam pakai lahan Pertamina antara KSAL dengan pimpinan perusahaan migas plat merah ini. Pengerjaan pembangunan fisik pangkalan nantinya sangat tergantung kepastian lokasi kawasan akan digarap.

Abdullah mengatakan Balikpapan sudah menyiapkan perencanaan DED yang masih belum baku. Perencanaan DED nantinya disusul perumusan kajian studi kelayakan pembangunan pada akhir 2014 mendatang.

Lokasi pangkalan TNI AL berdampingan langsung dengan kawasan kilang pengolahan minyak Balikpapan. Fisik pangkalan berbentuk huruf T yang menjadi tempat bersandar kapal kapal perang TNI AL di kawasan Indonesia Timur.

“Dermaganya simple saja yang ditunjang gardu listrik, pos jaga, dan lainya,” sambungnya

Pembangunan Pangkalan TNI AL nantinya mempergunakan anggaran Kota Balikpapan serta bantuan Provinsi Kalimantan Timur. Realisasi pembangunan diupayakan sudah berjalan pada 2015 mendatang.

Abdullah mengatakan TNI AL memang sengaja meminta bantuan fisik pangkalan yang pengerjaanya dilaksanakan daerah. Nantinya fisik bangunan pangkalan akan dihibahkan pada TNI AL.

Komandan Pangkalan TNI AL Balikpapan, Kolonel Arantyo C mengatakan pihaknya selama ini meminjam pelabuhan swasta dalam penempatan KRI yang berlabuh di perairan Balikpapan. Pangkalan TNI AL Balikpapan berperan dalam pemenuhan logistik KRI yang berpatroli di kawasan Indonesia timur.

“Kami masih pinjam dermaga pihak lain untuk tempat bersandar KRI, mau gimana lagi karena kami tidak punya pangkalan sendiri,” paparnya.

Arantyo memprediksi terjadinya peningkatan trafik kuantitas pelayaran perairan Balikpapan yang berada di jalur alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II. Kawasan ALKI II menjadi alternatif menyusul padatnya jalur pelayaran ALKI I yang melewati rute Selat Malaka dan Singapura.

“Jalur pelayaran makin ramai sehingga butuh pengamanan armada yang kuat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.