NewsBalikpapan –
Kabupaten Pemekaran Mahakam Ulu Kalimantan Timur akan menerapkan konsep pembangunan hijau masa mendatang. Kabupaten pemekaran yang baru berusia 16 bulan kedepan ini mengandeng WWF dalam perumusan RTRW.
“Konsep pembangunan Mahakam Ulu mempertahankan ciri khas daerah,” kata Pejabat Bupati Mahakam Ulu, M Ruslan, Selasa (30/9).
Ruslan mengatakan sebanyak 85 persen luasan wilayah Mahakam Ulu adalah hutan primer Kalimantan. Mayoritas warganya adalah Suku Dayak tradisional yang menggantungkan hidupnya dari keasrian hutan.
Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur, Daddy Ruhiyat mengatakan pembangunan ekonomi hijau dan REDD plus harus dijadikan momentum dalam meningkatkan tata kelola hutan dan lahan yang terarah. Karena kata dia, dalam Impelementasi ekonomi hijau, penuruan gas karbon dan effek rumah kaca menjadi sesuatu yang sangat penting.
CEO WWF Indonesia Efransyah menilai Kalimantan Timur sudah lebih baik dibandingkan darah lain dalam penerapan pengurangan gas karbon. Meski saat ini masih 70 persen dalam pengelolan ekonomi masih didominasi dari sumber-sumber yang tidak dapat diperbaru.
Efransyah mengatakan pihaknya akan memberikan saran dalam hal penyusunan tata ruang wilayah di Kalimantan Timur. Kata dia sejauh ini sejumlah daerah di Kalimantan Timur, termasuk Kalimantan Utara telah dan terus melakukan upaya pengelolaan hutan untuk mengurangi gas karbon khususnya Kabupaten Malinau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
1 Comment
[…] Indonesia menyatakan adanya satwa badak sudah dapat dipastikan bisa ditemui di Pulau Kalimantan. Hewan badak yang diduga serumpun dengan […]