Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Timur sehubungan tinjauan proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 kilometer. Setibanya di Balikpapan, Jokowi kembali disambut peristiwa duka korban bekas lubang tambang batu bara terjadi di Samarinda.
“Kembali Jokowi disambut korban tambang batu bara di Kaltim,” kata Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Merah Johansyah, Rabu (23/3).
Rombongan presiden secara marathon mengunjungi sejumlah kota di Kalimantan diantaranya Pontianak, Tarakan dan Balikpapan. Agenda di Balikpapan adalah peninjauan pembangunan paket I jalan tol Balikpapan – Samboja, Kamis (24/3) besok.
Paket I jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 25,07 kilometer mempergunakan alokasi anggaran pusat sebesar Rp 1,5 triliun.
Namun setiba Jokowi di Balikpapan, Merah menyebutkan berita duka tenggelamnya dua pelajar SMKN 2 Samarinda, Diky dan Nauval di lubang bekas tambang milik PT BBE di Desa Bukit Raya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menduga kedua korban ini tewas tenggelam saat berenang di lubang bekas galian tambang batu bara ini.
“Lubang bekas tambang dibiarkan terbuka aksesnya dari masyarakat umum,” paparnya.
Sebulan lalu, Merah juga merilis korban tewas tenggelam di bekas lubang galian tambang batu bara Kabupaten Panajam Paser Utara. Saat itu, korban ditemukan tewas adalah Agus Irawan usia 20 tahun yang di lubang bekas tambang milik PT Bumi Energy Kaltim.
Lubang bekas tambang batu bara maut, kata Merah banyak ditemukan di wilayah Kaltim. Dia mencatat sudah terjadi 20 kasus korban tewas tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Kutai Kartanegara, Samarinda dan Penajam Paser Utara.
Sehubungan kasus terbaru ini, Jatam mencatat total korban meninggal sudah mencapai 22 jiwa akibat lubang bekas tambang. Tiga kota di Kaltim ini memang royal dalam menerbitkan izin usaha pertambangan batu bara.
Sebelumnya bulan November lalu, kedatangan Jokowi di Balikpapan juga disambut berita duka serupa akibat lubang maut tambang. Saat itu, Jatam Kaltim merilis korban lubang tambang atas nama Aprilia Wulandari seorang siswi SMPN 25 Sungai Kunjang. Korban ditemukan membujur kaku di lubang tambang milik CV Rinda Kaltim Anugrah.
Pemerintah Kota Samarinda menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP) pada CV Rinda Kaltim Anugrah. Tim penyelam mendapati jasad korban di cekungan danau seukuran 2 kali lapangan sepak bola ini yang memiliki kedalaman hingga 20 meter. Rumah korban memang berada tidak jauh dari lokasi lubang tambang yang berada di wilayah pemukiman warga.
Merah mengatakan perusahaan tambang bersangkutan melanggar aturan dalam pengelolaan area pertambangan. Menurutnya area pertambangan jadi kawasan steril yang tidak bisa diakses masyarakat awam.