Presiden Joko Widodo baru saja usai meninjau langsung ke sejumlah kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara. Ada instruksi diberikan langsung pada aparatur di lapangan.
“Ada instruksi untuk penguatan perbatasan,” kata Panglima Komando Daerah Militer VI Mulawarman, Mayor Jenderal Benny Indra Pujihastono, Rabu (17/12/2014).
Presiden, kata Benny menilai ada berbagai permasalahan mendasar di kawasan perbatasan seperti halnya keterbatasan infrastruktur, komunikasi hingga suplay logistic. Sehubungan permasalahan pertahanan dan keamanan, menurutnya presiden mengaris bawahi perlunya peningkatan pengawasan perbatasan.
Benny mengatakan perbatasan Indonesia – Malaysia menjadi salah satu pintu masuk penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia timur. Pasukan pengamanan kerap menangkap para pengedar narkoba yang memanfaatkan berbagai jalur tikus perbatasan Indonesia – Malaysia.
Pemerintah pusat, menurut Benny sudah setuju pembangunan 17 pos perbatasan tambahan kawasan Nunukan, Simenggaris, Malinau dan Kutai Barat. Kawasan di wilayah ini termasuk area blank spot yang minim pengamanan hingga jalur komunikasi.
“Pakai dana APBN 2015 mendatang,” paparnya.
Keberadaan pos perbatasan ini guna memperkuat keberadaan 33 pos perbatasan membatasi Negara Indonesia – Malaysia sepanjang 1.035 kilometer. Pengamanan wilayah perbatasan melibatkan 892 personil TNI terdiri unsur pasukan Kodam Mulawarman dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
1 Comment
[…] Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Timur sehubungan tinjauan proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 kilometer. […]