DAS Manggar Dirambah, Krisis Air Berkepanjangan

Krisis air BalikpapanNewsBalikpapan –
Proyek pembangunan jalan menghubungkan kilometer 23 – Gunung Binjai disebut sebut merambah kawasan daerah aliran sungai Hutan Lindung Sungai Manggar Balikpapan Kalimantan Timur. Proyek Provinsi Kaltim ini berpotensi mengganggu pasokan air Waduk Manggar untuk kebutuhan air masyarakat Balikpapan.

“Provinsi Kaltim yang membangun pelebaran jalan ini,” kata Direktur LSM Stabil, Jufriansyah, Selasa (21/10/2014).
Jufriansyah mengatakan Pemprov Kaltim membangun jalan selebar 10 meter sepanjang 9 kilometer. Jalan ini dulunya adalah jalan setapak yang masuk dalam kawasan hutan lindung Sungai Manggar.

Pembangunan jalan ini, menurut Jufriansyah belum mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan lindung Sungai Manggar dari Kementerian Kehutanan. Pemprov Kaltim hanya mengantongi izin pinjam pakai proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99,9 kilometer yang mengiris pinggiran Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto.

“Tidak gampang izin pinjam pakai hutan lindung. Untuk proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda butuh waktu bertahun tahun agar turun dari Kementerian Kehutanan,” paparnya.

Jufriansyah berpendapat pembangunan jalan ini melanggar Undang Undang Lingkungan soal kawasan hutan lindung yang harus steril dari aktifitas masyarakat. Apalagi ada informasi soal penguasaan kawasan hutan lindung oleh oknum pejabat Pemerintah Kota Balikpapan.

“Ada pejabat menguasai lahan seluas 400 hektare di kawasan tersebut dengan harga Rp 400 juta saja. Itu sangat murah mengingat prospek kedepannya,” ujarnya.

Staf Program LSM Stabil, Hery Sunaryo menambahkan DAS Hutan Lindung Sungai Manggar menjadi sumber air satu satunya Waduk Manggar. PDAM Balikpapan memproses pasokan air Waduk Manggar untuk kebutuhan air minum 600 ribu warga setempat.

“Sehingga tidak heran bila tahun tahun mendatang pasokan Waduk Manggar akan terus berkurang akibat rusaknya daerah aliran sungainya,” paparnya.

Saat ini saja, Hery mengungkapkan krisis air sudah mengancam kehidupan masyarakat Balikpapan. Agresifitas pembangunan kota Balikpapan tidak mengindahkan wawasan lingkungan.

“Pengembangan kawasan industri Kariangau sudah merusak lingkungan besar besaran. Kemarau dua bulan sudah menyebabkan krisis air di Balikpapan. Pertamina terpaksa menghentikan produksi BBM akibat terbatasnya suplai air untuk kilangnya,” tuturnya.

Sehubungan itu, Hery meminta Pemprov Kaltim menghentikan pembangunan jalan kilometer 23 – Gunung Binjai yang mengganggu DAS Sungai Manggar. Dia mengancam memperkarakan Pemprov Kaltim atas tuduhan kejahatan lingkungan yang termasuk kasus pidana.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *