Laga Hidup Mati Persiba
Laga Hidup Mati Persiba
23 April 2014
Polisi Bekuk Komisioner KPU Kutim
Polisi Bekuk Komisioner KPU Kutim
24 April 2014

Jaya Hartono Kecewa Mental Pemain Persiba

Jaya Hartono Kecewa Mental Pemain Persiba

Pemain Persela rayakan golNewsBalikpapan –
Persela Lamongan sukses mempermalukan tuan rumah Persiba Balikpapan skor 2 – 0 dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia, Kamis (24/4). Gol kemenangan tim berjuluk ‘Laskar Joko Tingkir’ dibukukan striker Adison Alves menit ke 9 dan Arif Ariyanto menit ke 84.

Persiba sendiri sejak peluit dibunyikan berusaha terus menekan untuk segera mencetak gol. Tim ‘Beruang Madu’ memang dituntut memenangi pertandingan agar segera terbebas dari zona merah grup 2 LSI.

Namun demikian, Persela juga meladeni serangan tim lawan dengan memperagakan permainan cepat mengandalkan serangan balik. Gelombang serangan ini menjadikan pelanggaran di kotak terlarang sehingga wasit pertandingan menunjuk titik putih yang mampu diselesaikan dengan mudah Adison Alves.

Pelatih Persiba, Jaya Hartono makin meningkatkan serangan dengan memasukan penyerang lincah, Ansu Toure untuk mengejar ketinggalan. Sejumlah peluang emas Persiba mampu dimentahkan penjaga gawang, Koirul Huda yang bermain gemilang pada laga kali ini.

Persela malahan makin memperbesar kemenangan saat kerjasama antara Burhanuddin dan Arif Ariyanto gagal diantisipasi barisan pertahanan Persiba yang sibuk menyerang. Gol penyerang muda ini mengakhiri pertandingan untuk kemengan Persela lewat skor 2 – 0.

Pelatih Persela, Eduard Tjong menyatakan sengaja menumpuk lima baris pemain bertahan guna mengantisipasi permainan cepat Persiba. Seorang pemain libero juga sengaja dimainkan untuk memberikan umpan umpan panjang bagi pemain depan.

“Kerjasama tim yang menjadi kunci utama sehingga bisa memenangi pertandingan ini. Penjaga gawang kami juga menjadi man of the match laga Persiba versus Persela,” paparnya.

Pelatih Persiba, Jaya Hartono tidak mampu menyembunyikan kekecewaanya saat pemainnya gagal memanfaatkan peluang menjadi gol. Dia menuding ada krisis mental bertanding sehingga masing masing pemain tidak mampu berkoordinasi menjadi sebuah tim yang padu.

“Pemain depan tidak percaya pemain belakang, demikian pula sebaliknya. Padahal saat latihan selalu kami berikan porsi untuk mencetak gol dari setiap lini, namun tetap saja mereka gagal. Saya tidak tahu lagi terhadap mereka,” sesalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *