Lifting produksi sector industry minyak dan gas nasional segera mempergunakan sistim online. Daerah daerah penghasil migas bisa secara online bisa mengecek produksi perusahaan migas yang berada di wilayahnya masing masing.
“Daerah penghasil bisa mengecek produksi harian migas di wilayahnya,” kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas, Elan Biantoro di Balikpapan, Selasa (6/10).
SKK Migas, kata Elan sudah mempersiapkan software piranti khusus sistim online lifting produksi migas di masing masing daerah. Masing masing daerah akan punya akses khusus memantau produksi perusahaan migas di wilayahnya.
Elan mengatakan sistim online ini jadi wujud transparansi pengelolaan industry migas jadi komitmen pemerintah. Transparansi produksi migas ini yang sebelumnya jadi keluhan utama sejumlah daerah penghasil di Indonesia.
“Sehingga daerah penghasil bisa mengetahui produksi migas daerahnya yang berhubungan dengan penerimaan dana bagi hasil mereka,” ujarnya.
SKK Migas, lanjut Elan akan mengundang seluruh pemerintah provinsi, kota dan kabupaten dalam launching sistim online ini pada tanggal 22 Oktober nanti di Jakarta. Sistim ini diharapkan dapat berfungsi sepenuhnya dalam transparansi informasi migas pada awal Januari mendatang.
“Sehingga pada bulan Oktober nanti merupakan launching atau trial and run sistim online lifting produksi migas daerah,” paparnya.
Pemerintah daerah nantinya juga bisa mempublikasikan produksi sector migas di wilayahnya pada masyarakat. Adapun SKK Migas akan lebih berkonsentrasi dalam pengawasan proses eksplorasi dan eksploitasi guna meningkatkan produksi sector migas dalam negeri.
“Kami akan konsentrasi dalam peningkatan produksi migas dan tidak lagi dipusingkan dengan pertanyaan soal lifting produksi daerah daerah,” tuturnya.
SKK Migas mencatat terdapat sebanyak 14 provinsi dan 67 pemerintah kota/kabupaten yang memiliki sumber daya alam sector migas di Indonesia. Daerah daerah ini selalu menyoal transparansi pemerintah dalam lifting produksi pengelolaan migas.
1 Comment
[…] Eksplorasi Nasional (KEN) menyatakan perusahaan sector minyak gas malas dalam pengembangan eksplorasi potensi cadangan migas di wilayah blok operasinya. Setidaknya ada sebanyak 12 perusahaan migas yang […]