Puluhan aktifis mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Migas (STT) Migas Balikpapan Kalimantan Timur menyegel pintu masuk ruangan kampusnya, Sabtu (7/9). Mahasiswa memprotes kebijakan rektorat menghapuskan kegiatan ospek bagi mahasiswa baru yang sudah ada sejak sekolah tinggi ini berdiri 2003 silam.
“Budaya ini ada sejak kampus berdiri, namun tahun 2013 dihapuskan rektorat,” kata Presiden BEM STT Migas Balikpapan, Helmi Khamdani.
Mahasiswa memasangkan tali yang melintang di pintu kantor ruangan kemahasiswaan STT Migas Balikpapan. Mereka juga menempatkan belasan pot bunga di depan ruang kelas sehingga mengganggu aktifitas perkuliahan.
Ospek atau mahasiswa STT Migas Balikpapan mengistilahkan dengan nama petroleum adalah suatu cara pengenalan mahasiswa baru pada lingkungan kampusnya. Ospek menjadi cara pengembangan organisasi, kaderisasi, pendidikan, disiplin hingga persatuan korsa antara junior dengan seniornya.
“Banyak hal yang positif bisa dilakukan oleh mahasiswa,” papar Helmi.
Khusus tahun 2013 ini, Helmi mengatakan rektorat mengambil alih sepenuhnya penanganan orientasi penerimaan mahasiswa baru. Pelaksanaan ospek yang biasanya dipercayakan pada BEM STT Migas Balikpapan, menurutnya juga langsung ditiadakan.
“Pihak kampus menolak adanya kegiatan yang mengharuskan mahasiswanya menginap,” ujarnya.
Helmi mengatakan BEM STT Migas Balikpapan selama bertahun tahun mampu mengemban kepercayaan dalam pelaksanaan ospek mahasiswa yang menelan dana Rp 100 juta. Mahasiswa juga mampu transparan dalam penggunaan anggaran sesuai keinginan rektorat.
“Laporannya jelas dan bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.
Sehubungan masalah ini, Rektor STT Migas Balikpapan, Sugiono menyatakan terpaksa menghapuskan ospek atau petroleum para mahasiswa baru yang masuk dalam skema orientasi penerimaan mahasiswa baru STT Migas Balikpapan. Rektorat melaksanakan keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No 38 Tahun 2000.
“Agustus lalu pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI juga mengingatkan kami agar mematuhi keputusan itu,” paparnya.
Sugiono mengaku kampusnya memang selalu melaksanakan ospek mahasiswa baru sejak berdiri 2003 silam. Namun itu dilaksanakan karena rektorat tidak mengetahui adanya larangan pelaksanaan ospek yang diterbitkan DIrjen Pendidikan Tinggi pada 2000 lalu.
“Kami tidak tahu sehingga baru kami patuhi tahun ini,” ungkapnya.
Sugiono mengatakan pelaksanaan ospek lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan dampak positif diharapkan. Dia menyebutkan sejumlah kasus kekerasan dilakukan mahasiswa senior terhadap mahasiswa junior.
“Sehingga terjadi kasus kekerasan fisik yang berakibat kematian juga. Apalagi harus bermalam hingga tiga hari,” tuturnya.
Sehingga, Sugiono menegaskan kampusnya tidak bertanggung atas pelaksanaan ospek yang dilakukan tanpa sepengetahuan rektorat STT Migas Balikpapan. Menurutnya pihak panitia harus mampu bertanggung jawab bila nantinya ada keluhan dari orang tua maupun masyarakat sehubungan pelaksanaan ospek liar ini.
“Bukan tanggung jawab kampus, karena kami sudah menegaskan tidak ada ospek lagi. Hanya ada orientasi penerimaan mahasiswa baru,” tegasnya.
1 Comment
terima kasih info tentang : Ospek Dihapus, STT Migas Balikpapan Disegel sangat bermanfaat.
semoga website ini terus menyajikan info, berita, dan artikel yang menarik dan bermanfaat.