NewsBalikpapan –
Jaringan listrik Sistim Mahakam Kalimantan Timur mengalami gangguan pemadaman daya selama 10 jam sejak pukul 03.00 Wita, Selasa (8/7). Kapal tangker memuat peralatan crane memutuskan kabel saluran udara tegangan tinggi setinggi 50 meter di gardu induk Tengkawang – Harapan Baru Samarinda yang membelah Sungai Mahakam.
“Ditabrak kapal tangker pada pukul 02.45 Wita sehingga berdampak gangguan Sistim Mahakam,” kata Humas PT PLN Kalimantan Timur, Imam Taufik.
Imam mengatakan kabel udara saluran udara tegangan tinggi ini fital fungsinya dalam mensuplay tegangan listrik Sistim Mahakam. Secara otomatis putusnya kabel listrik ini berdampak negative terhadap aliran pelanggan PLN di kota Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong.
“Hanya satu kabel yang putus dari tiga ada di gardu induk Tengkawang – Harapan Baru,” paparnya.
PLN Kalimantan Timur sementara ini masih mendisfungsikan Sistim Mahakam serta mengoptimalkan penggunaan pembangkit di masing masing kota tersebut. Kekuarangan suplay daya listrik disiasati dengan melakukan pemadaman bergilir pada pelanggan di masing masing kota.
Namun demikian, Imam menyatakan kota Balikpapan terdampak paling parah sehubungan pemutusan Sistim Mahakam ini. Pembangkit listrik Balikpapan hanya mampu mensuplay 100 MW dari kebutuhan beban daya sebesar 120 MW.
“Sehingga ada pemutusan bergilir di Balikpapan. Sedangkan daya Samarinda mencukupi sebesar 240 MW dari beban daya sebesar 130 MW. Sedangkan Tenggarong hanya terpengaruh sedikit saja sehubungan permasalahan ini,” ujarnya.
Imam memastikan tim teknisi PLN sedang berupaya memperbaiki kabel yang putus guna menghidupkan kembali Sistim Mahakam. Dia berjanji perbaikan bisa dituntaskan pada malam nanti agar layanan pelanggan listrik bisa di optimalkan kembali.
“Kami berupaya keras dalam perbaikannya, karena esok hari juga ada pelaksanaan pemungutan suara pemilihan presiden sehingga harus tuntas mala mini,” paparnya.
Lebih lanjut, Imam menyatakan PLN juga sudah melaporkan kasus kerusakan kabel tegangan tinggi ini pada kepolisian. Polisi diminta menindak pemilik kapal tangker yang menyebabkan kerugian material dan immaterial PLN dan masyarakat Kaltim.
“Pihak kapal harus mengganti biaya kerusakan kabel dan sumber daya manusia yang kami keluarkan juga,” tegasnya.
Sistim Mahakam sendiri memang masih mengalami defisit listrik dari total kebutuhan warga Kaltim. Saat siang hari, kemampuan daya listrik mencapai 260 MW dari kebutuhan daya sebesar 290 MW. Adapun malam hari ada keseimbangan antara beban dengan suplay kemampuan daya listrik yang berkisar 350 MW.