NewsBalikpapan –
Jajaran pengurus Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan Indonesia (SP Kahutindo) PT Kertas Nusantara di Berau Kalimantan Timur mengproklamirkan dukungannya pada calon presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Sikap diputuskan pengurus yang diterima jurnalis Balikpapan lewat surat elektronik berseberangan dengan sikap karyawan yang sudah tidak bergaji sejak Januari 2013 silam.
“Kami menyatakan dukungannya pada capres nomor urut 1 pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa,” kata Wakil Sekretaris SP Kahutindo, Syaifullah Tanjung, termuat dalam lampiran suratnya, Selasa (1/7).
Syaifullah mengklaim sikap politik SP Kahutindo ini mengatasnamakan 1.200 karyawan PT Kertas Nusantara (Kiani Kertas) yang merupakan perusahaan kayu milik Prabowo Subianto di Berau. Sikap politik SP Kahutindo ini ditanda tangani seluruh pengurusnya yakni Ketua Indra Alam, Wakil Ketua Ardus Manurung, Wakil Ketua Gaya, Wakil Ketua Ariyanto, Sekretaris Burhanuddin Mide, Wakil Sekretaris Syaifullah Tanjung, Wakil Sekretaris Bambang TW, Bendahara S Kahar, Bendahara Andi Ayatullah.
Lampiran surat dukungan ini juga diteruskan pada tim sukses pemenangan pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di Berau, Kalimantan Timur dan Jakarta. Salah satu tembusan surat ini turut pula diberikan pada manajemen PT Kertas Nusantara di Mangkajang Berau.
Syaifullah Tanjung tidak menanggapi pertanyaan seputar dukungannya yang terkesan mendadak ini jelang pemilihan presiden 9 Juli nanti. Sejak Januari 2013 lalu, Syaifullah Tanjung menjadi salah satu karyawan PT Kertas Nusantara yang keras mengkritik Prabowo Subianto yang dianggap tidak memperdulikan 1.200 karyawannya di Berau.
Saat itu, Syaifullah Tanjung menuntut hak jaminan kesehatan, pembayaran iuran Jamsostek serta pembayaran gaji 1.000 karyawan yang tertunda. Aksi demo SP Kahutindo juga masih dilakukan saat hari buruh 1 Mei 2014 lalu guna menuntut pembayaran hak hak karyawan.
Sikap SP Kahutindo ini berseberangan salah seorang karyawan PT Kertas Nusantara, Hermon Palinggi Kapa, mengaku belum bergaji selama enam bulan. Dia mengatakan perusahaan kertas Prabowo Subianto, itu tak beroperasi sehingga sekitar 1.200 karyawannya dirumahkan.
“Kami dirumahkan sejak awal tahun ini. Katanya perusahaannya pailit, tapi sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari perusahaan,” kata Hermon ketika dihubungi, Senin, 30 Juni 2014.
Menurut dia, perusahaan mulai sering berhenti berproduksi sejak 2008, sehingga karyawan yang awalnya berjumlah 1.800 orang kini menjadi hanya 1.500. Dia mengatakan hanya 300-an karyawan yang digaji. Mereka, kata Hermon, kebanyakan adalah tenaga pengaman pabrik yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, itu.
3 Comments
waduh …yg Nama nya Hermon Palinggi Tdk Ada Status nya Karyawan PT.Kertas Nusantara Sa’at Ini.. Saya Ini Sampai Sa’at Masih Status Karyawan PT. Kertas Nusantara Mulai Masuk Tahun 1996 Sampai Sekarang. Bahkan Pengurus Serikat Pekerja/PUK. SP – KAHUT.PT.KN. Yg Benar Aja Berita nya. Tidak Usah La .. Cari – Cari Sensasi. Saya Tahu Karna DPC SBSI Pendukung JOKOWI – JK. Jadi Ndah Usah Bermain – Main Politik, Dgn Cara2 Berita – Berita Karywan La. Secara Resmi Organisasi Yg di PT.Kertas Nusantara Sampai Sekarang Federasi,Serikat Pekeja Seluruh Indonesia.( F.SPSI ) Pengurus Unit Kerja/PUK. SP.Kahut PT.Kertas Nusantara . Waduh .. Jangan Hanya Berkohar – Kohar.. Tidak Ada Lagi Kah .. Untuk Jadi Nara Sumber……???
Tdk ada Kesan Mendadak. Sekarang Masalah Gaji Sdh Terselesai Kan.. Apakah Permasalahan Yang Lalu.. Bisa Kah Orang Lain Menyelesai kan nya…? Toh Semua nya Perusahaan/Manajemen PT.Kertas Nusantara. Jadi Mau Apalagi. Jadi Cari – Cari Aja NARA SUMBER nya Yg Benar.
[…] 1.300 buruh PT Kertas Nusantara masih menunggu pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang sudah berlalu. Perusahaan yang sebagian […]