Citarasa Tradisional Singkong Jumbo
Citarasa Tradisional Singkong Jumbo
24 May 2014
Liburan, Penumpang Pesawat Balikpapan Naik 20 Persen
Liburan, Penumpang Pesawat Balikpapan Naik 20 Persen
27 May 2014

Sekolah Pinggiran Balikpapan Belum Berlistrik

Sekolah Pinggiran Balikpapan Belum Berlistrik

Demo PLN BalikpapanNewsBalikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama pinggiran belum ada aliran listriknya. Sekolah ini berada di Teluk Waru dan Tanjung Batu yang merupakan kawasan perbatasan barat dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Anda tahu sendiri kayak SD, SMP di Teluk Waru, Tanjung Batu ada ngak listriknya,” kata Kepala Dinas Pendidikkan Kota Balikpapan, Heri Misnoto, Selasa (27/5).

Kondisi itu menganggu sistem penerimaan siswa baru (PSB), karena penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tidak bisa dilakukan. Pelaksanaan PPDB online hanya diperutukkan bagi sekolah unggulan atau yang telah memiliki sarana penunjang Informasi teknologi.

“Tidak bisa dipaksakan kalau sekolah yang berada diwilayah pinggiran dan perbatasan karena infrastrukturnya tidak memadai, apalagi kondisi listrik seperti sekarang, tidak mungkin, tidak bisa dipaksakan,” terangnya.

Namun lanjutnya, bagi sekolah unggulan dipersilahkan untuk menerapkan penerimaan secara online karena sudah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Menurutnya, penerapan PPDB online tidak perlu menggunakan payung hukum Peraturan Daerah (Perda) tapi cukup melalui Peraturan Walikota (Perwali).

Karena terbentur fasilitas, Heri mengaku belum mengetahui jumlah sekolah yang dapat menerapkan PPDB online.
Memang selama ini terjadi perbedaan pendapat antara eksekutif dan legeslatif terkait penerapan PPDB. Karena legeslatif, menyatakan belum saatnya PSB menggunakan sistem online. Sedangkan Eksekutif justru berpendapat lain.

Disamping itu kata Heri, ada perbedaan pola pikir di masyarakat menyangkut sekolah gratis. Karena kata dia, sebenarnya berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikkan Nasional yang ada pendidikkan bersubsidi.
Sehingga kata dia, masyarakat berbondong-bondong memaksakan mensekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Sehingga akibatnya, siswa di sekolah negeri membludak, dan sekolah swasta justru mengeluhkan kekurangan siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *