NewsBalikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan warga pinggiran masih belum terjangkau layanan kesehatan dan akses publik lainnya. Lokasi pemukiman berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara ini berjarak 20 kilometer dari keramaian layanan publik terluar Balikpapan.
“Berjarak 20 kilometer sehingga saat ada situasi kritis akan sulit ditangani dengan segera,” kata Camat Balikpapan Selatan, Ardiansyah, Kamis (17/4).
Ardiansyah mengatakan saran layanan kesehatan Balikpapan masih terkonsentrasi di titik kawasan kecamatan. Bahkan, sarana rumah sakit berada di pusat kota Balikpapan.
Pemerintah daerah, kata Ardiansyah masih mengandalkan layanan medis pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) 24 jam untuk layanan di kawasan timur. Puskesmas tersebut menjadi satu-satunya pusat pengobatan bagi warga di empat kelurahan.
Sehingga otomatis terjadi ledakan jumlah pasien di masing masing puskesmas di wilayah pinggiran Balikpapan. Puskesmas menjadi sarana layanan medis satu satunya yang memberikan penanganan kesehatan.
“Pasien dari pagi hingga malam terjadi antrian berobat,” tuturnya.
Ardiansyah mengusulkan agar segera dibangun rumah sakit khusus di sejumlah kawasan pinggiran padat penduduk. Usulan ini sudah disampaikan pada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan serta DPRD setempat.
“Mereka sudah setuju ada dasarnya, untuk rumah sakit tipe C, mungkin akan dianggarkan tahun depan atau perubahan,” ujarnya.
Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong mengatakan, pembangunan rumah sakit di bagi masyarakat diwilayah pinggiran harus menjadi skala prioritas. Pihaknya berkomitmen akan mendukung pembangunannya, asalkan warga juga mau bekerjasama dalam membantu pembebasan lahan.
“Rumah Sakit ini harus prioritas dibangun,walaupun hanya tipe C,” paparnya.
Burhan mengaku sudah meminta pemerintah daerah menyusun perencanaan teknis dalam pembangunan rumah sakit pinggiran. Perencanaan ini nantinya akan dibahas dalam penganggaran Balikpapan tahun 2015 mendatang. SG WIBISONO