Warga Indonesia Segera Terjangkau JKS

Warga pendatang BalikpapanNewsBalikpapan –

Kementerian Kesehatan menargetkan seluruh rakyat Indonesia sudah mengantongi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada masa lima tahun kedepan.  Jaminan kesehatan nasional ini memang peruntukannya tidak membedakan status golongan termasuk warga Negara asing (WNA) berdomisili di Indonesia.

“Lima tahun kedepan seluruh warga sudah memiliki jaminan kesehatan nasional,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Supriyantoro di Balikpapan, Kamis (6/3).

Pemerintah saat ini terus mempersiapkan sarana prasarana kesehatan yang ada di seluruh Indonesia. Penyesuaian tariff kesehatan juga dilakukan dengan asosiasi rumah sakit swasta Indonesia.

“Kita memang menyesuaikan tariff kesehatan dengan rumah sakit swasta, progresnya positif. Bahkan, sudah ada 500 swasta yang bersedia melayani jaminan kesehatan nasional ini,” paparnya.

Sementara ini, menurut Supriyantoro masing masing daerah juga mempersiapkan akreditasi rumah sakit agar sesuai dengan spesifikasi 155 standar jaminan kesehatan nasional. Sejumlah rumah sakit dan puskesmas di daerah memang dibawah standar kementerian.

“Pengajuan infrastruktur kesehatan mencapai Rp 26 triliun dan kami hanya mampu menyalurkan dana Rp 3 triliun,” tuturnya.

Saat ini, prioritas utama jaminan kesehatan nasional adalah para warga miskin di Indonesia. Sebanyak 86,4 juta warga miskin mendapatkan alokasi dana jaminan kesehatan nasional mencapai Rp 19,93 triliun pada 2013 lalu.

“Premi iurannya murah dan layanan kesehatan mencakup hingga penyakit berat. Kami juga mempermudah proses pendaftaran warga dengan aturan yang mudah dipenuhi,” ujarnya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kalimantan Timur, Totopar Tobing mengatakan tingginya minat peserta jaminan kesehatan nasional setempat. Selain peserta asuransi pegawai negeri setempat mencapai 1,38 juta jiwa, katanya terdapat tambahan peserta JKN Mandiri sebanyak 31 ribu jiwa.

“Minat warga sangat tinggi disini,” paparnya.

Klaim kesehatan rumah sakit juga mengalami peningkatan mencapai Rp 10 miliar atau meningkat 85 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 1 miliar. Pemerintah sudah mencairkan dana klaim kesehatan ini pada masing masing rumah sakit di Kalimantan Timur.

“Sudah cair semua dana klaim kesehatan,” paparnya.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *