Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) sedang menyelidiki tenggelamnya rig Raissa milik Total E&P di Blok Mahakam Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Rig yang tenggelam akibat gas dangkal Delta Mahakam pada akhir 2013 lalu ini sudah sepenuhnya tenggelam.
“Sekarang di investigasi dan tidak beroperasi untuk sementara menunggu tuntasnya penyelidikan. Untuk keselamatan juga,” kata Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro di Balikpapan, Rabu (19/2).
Elan mengatakan rig Raissa saat ini hanya menyisakan empat lantai penopangnya yang masih berdiri di Delta Mahakam. Menara rig sudah terbenam ke dalam kawasan yang berupa perairan rawa rawa.
“Sudah tidak ada apa apa lagi disitu akibat semburan gas dangkal,” paparnya.
Tenggelamnya rig Raissa senilai 30 hingga 40 juta US dolar nantinya masuk dalam skema cost recovery antara Total dengan Indonesia. Sementara ini, pihak asuransi yang mengganti seluruh nilai kerusakan rig Raissa di Blok Mahakam.
SKK Migas masih melarang segala bentuk eksploitasi migas tiga sumur rig Raissa hingga tuntasnya invetigasi. Elan menegaskan penutupan sementara produksi sumur gas ini tidak berpengaruh terhadap potensi kandungan migas ada didalamnya.
Tenggelamnya rig Total E&P ini sempat akan lolos dari pemberitaan media massa di Balikpapan. Pihak Total E&P dan SKK Migas kompak melakukan aksi tutup mulut saat permasalahan rig Raissa mengemuka jadi perhatian publik.
Semburan gas Total E&P ini dilaporkan terjadi pada hari Jumat 8 November 2013 pukul 23.45 Wita. Semburan gas terjadi dalam proses eksploitasi sumur TN-C414 Lapangan Tunu Blok Mahakam.
1 Comment
[…] Kalimantan Timur secara mandiri mengupayakan kebutuhan air bersih. Bertahun tahun, pengadaan air bersih menjadi permasalahan yang tidak terselesaikan bagi masyarakat […]