Kementerian Pekerjaan Umum melalui Kepala Sub Bidang Wilayah bina program yang dihadiri Direktur Bidang Sugai dan Air, Ir. Sudiasi mengatakan keseriusannya untuk melakukan pembangunan sistem irigasi untuk mencukupi kebutuhan air pertanian rawa mulya di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Hal ini kata dia, secara nyata sesuai berarti telah didukung oleh program Presiden Jokowi mulai tahun 2015 yaitu program pengembangan satu juta hektare sawa dan tiga juta haktare sawa untuk rehab lahan pertanian di seluruh Indonesia dengan anggaran yang telah dissiapkan pemerintah.
“Program Presiden Jokowi ini sangat besar sekali kususnya dalam bidang pertanian, bagi daerah tentu akan segera dirasakan termasuk di PPU,” paparnya dalam temu wicara dengan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum bidang Sumber Daya Air (SDA), Jumat, (5/12) di Jakarta.
Pertemuan tersebut merupakan kegiatan DPRD Kabupaten PPU Komisi III Bidang Pembangunan dan prasarana yang dipimpin oleh Baharudin Muin, SH serta anggota diantaranya tampak, Zhon Kenedy, Jamaluddin, Wakidi, Hartono, serta hadir juga Kepala Dinas Pertanian, Joko dan Plt. Kepala Bappeda PPU, Ir. Puguh.
Dikatakan Sudiasi, untuk pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia, berbagai trobosan telah dan akan dilaksanakan oleh Jokowi, salah satunya adalah program tersebut. Dengan dukungan langsung dari presiden tersebut kata Sudiasi, proses yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancer dan tepat.
Sementara itu dalam sambutan pembuka, Kepala rombongan DPRD PPU, Baharudin mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, selama ini sangat serius mengembangkan pertanian di daerahnya, khususnya daerah irigasi rawa sebakung Kecamatan Babulu yang memiliki lahan seluas 13.500 Haktare lebih.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Joko mengatakan, Indeks Pertanian (IP) daerah irigasi di Kabupaten PPU masih memiliki angka 100 yang berarti hanya sekali panen dalam setahun. Diharapkan peningkatan menjadi daerah irigasi semi teknis hingga daerah irigasi teknis dengan suplesi dari sungai talake yang dibangun dalam bentuk bending sungai maka pengairan sawah akan tercukupi.
“Hal tersebut harus segera terwujud agar ada peningkatan IP dari 100 menjadi 200 atau bahkan 300. Hal ini juga merupakan dukungan pemerintah daerah Kabupaten PPU untuk peningkatan kesejahteran masyarakat yang pada akhirnya tidak ada lagi terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan klelapa sawit karna dianggap lebih menguntungkan mereka, “ terang Joko.
ADV