NewsBalikpapan –
Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menerapkan status siaga satu dalam pengamanan Provinsi Kalimantan Utara pada pemilu presiden ini. Sejumlah kota/kabupaten di Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia memang kondisi geografisnya terisolir dari pantauan aparat keamanan.
“Siaga satu sejak hari Minggu kemarin, kita lihat situasi kalau aman kita turunkan siaganya,” kata Kepala Polda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Dicky Atotoy, Rabu (9/7).
Dicky mengatakan sejumlah daerah Kaltara memang sulit dijangkau transportasi darat dari Kaltim. Sejumlah daerah hanya mampu ditembus lewat jalur transportasi sungai dan udara.
Permasalahan ini, menurut Dicky yang menyulitkan mobilisasi personil pengamanan yang mayoritas bermarkas di Kaltim. Provinsi pemekaran ini memang masih mengandalkan pengamanan personil Polda Kaltim.
“Sehingga anggota mengamankannya jauh, medannya gunung-gunung. Ada TPS yang melewati sungai itu di daerah Malinau sana,” ungkapnya.
Namun sejauh ini, Dicky menyatakan situasi keamanan pasca pemungutan suara di kawasan perbatasan masih terkendali. Polisi tidak segan bertindak tegas pada siapapun yang berupaya mengganggu proses pemungutan suara pilpres.
“Kalau ada yang berbeda pendapat dan tidak puas saya pikir itu wajar saja, tapi kita sudah siap mengantisipasinya,” tegasnya.
Dia pun menghimbau, agar masyarakat untuk tetap menjaga keamanan tanpa mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Polisi telah siap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pasca pemilihan presiden.