Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim menegaskan pentingnya aplikasi kurikulum pengajaran siswa siswa Indonesia. Kurikulum ini merupakan penyederhanaan kurikulum sebelumnya dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tuntutan zaman.
“Obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya,” katanya di Balikpapan, Kamis (5/12).
Musliar menghadiri bimbingan teknis seluruh pengajar di Kabupaten Penajam Paser Utara Kaltim. Dia mengatakan para pengajar punya peran dalam peningkatan potensi sumber daya anak anak sekolah.
Menurut Musliar kurikulum mampu mendorong kompetensi siswa dalam sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Siswa bisa lebih kreatif, inovatif dan produktif.
Bupati Penajam, Yusran Aspan mengatakan kurikulum pendidikan daerah nantinya disesuaikan dengan Kementerian Pendidikan. Namun saat ini belum diterapkan dalam proses belajar mengajar Penajam.
“Pada tahun ajaran 2014 kami baru akan menerapkannya dalam kegiatan pengajaran di sekolah-sekolah,” paparnya.
Kurikulum 2013 memiliki perbedaan yang sangat mendasar dibanding kurikulum yang digunakan saat ini. Namun pelaksanaanya diperlukan kesiapan tenaga pengajar daerah.