Kejanggalan Kaburnya Napi Balikpapan

Napi2NewsBalikpapan –

Lembaga Pemasyarakatan Klas II Balikpapan Kalimantan Timur menyebutkan ada peristiwa aneh menyusul kaburnya dua narapidana kasus narkoba, Selasa (18/11/2014) pukul 03.00 Wita. Pelarian dua narapidana ini disebut sebut sudah terencana baik dengan melibatkan bantuan pihak pihak luar.

“Sudah direncanakan dengan baik kaburnya mereka ini,” kata Kepala Lapas Balikpapan, Edy Hardoyo.

Edy menyatakan pihaknya sudah menaruh kecurigaan pada salah satu narapidana yaitu Amiruddin alias Amir Acok yang dianggapnya berpotensi melarikan diri. Kecilnya kemungkinan lolos dari ruang sel tahanan, menurutnya yang membuat terpidana penjara seumur hidup ini berlaku nekat melarikan diri.

“Kaburnya Amir ini memang tinggal menunggu waktu saja,” paparnya.

Amiruddin adalah residivis narkoba yang berulang kali terjerat kasus narkoba. Dia mencatat setidaknya Amiruddin terlibat lima kasus yang seluruhnya adalah penyalahgunaan narkoba.

“Putusan hukumannya kasus pertama 6 tahun, kedua 6 tahun, ketiga 20 tahun, keempat seumur hidup dan terakhir masih dalam persidangan. Kasus terakhir ini, dia menyelundupkan narkoba dalam sel tahanan dengan dibantu istrinya sendiri,” ungkapnya.

Amiruddin ini, kata Edy sudah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun untuk kasus narkoba yang pertama. Dirinya ini kemungkinan akan mati di penjara mengingat jangka waktu masa hukuman yang sangat lama.

“Kami sudah usulkan agar ditahan di Lapas Nusakambangan. Namun karena dia kembali tersangkut kasus narkoba sehingga proses pemindahannya menjadi tertunda,” tuturnya.

Sehubungan, Lapas Balikpapan mengaktivkan secara penuh pemantauan lewat CCTV di setiap jengkal ruang sel dan dinding tahanan. Namun jelang kaburnya narapidana ini, kata Edy salah satu layar monitor CCTV yang mengawasi bagian belakang Lapas Balikpapan mendadak padam.

“Padam sekitar pukul 01.00 Wita yang disusul kaburnya narapidana pukul 03.00 Wita. Layar CCTV yang padam dipergunakan mengawasi lokasi bagian belakang Lapas Balikpapan yang kemudian menjadi tempat pelarian narapidana,” ujarnya.

Edy enggan berprasangka negatif adanya oknum penjaga Lapas Balikpapan terlibat dalam peristiwa pelarian para narapidana ini. Dia hanya memastikan Polres Balikpapan sudah memeriksa delapan petugas Lapas Balikpapan yang kala itu bertugas menjaga keamanan ruangan sel tahanan narapidana.

“Delapan orang petugas sedang diperiksa polisi sehubungan kasus ini,” ungkapnya.

Selain itu, Edy memastikan adanya keterlibatan pihak luar yang membantu proses pelarian kedua narapidana narkoba ini. Pihaknya menemukan tali modifikasi tangga bermata jangkar yang kedapatan dilempar dari dinding sel belakang Lapas Balikpapan. Dua orang narapidana narkoba berhasil kabur dari sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan Klas II Balikpapan. Keduanya adalah narapidana kasus narkoba yang mendapatkan perhatian intensif dari Lapas Balikpapan. Edy mengatakan buronan Amiruddin alias Amir Aco adalah residivis narkoba yang berulang kali terjerat kasus narkoba. Dia mencatat setidaknya Amiruddin terlibat lima kasus yang seluruhnya adalah penyalahgunaan narkoba. “Putusan hukumannya kasus pertama 6 tahun, kedua 6 tahun, ketiga 20 tahun, keempat seumur hidup dan terakhir masih dalam persidangan. Kasus terakhir ini, dia menyelundupkan narkoba dalam sel tahanan dengan dibantu istrinya sendiri,” ungkapnya. Amiruddin ini, kata Edy sudah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun untuk kasus narkoba yang pertama. Dirinya ini kemungkinan akan mati di penjara mengingat jangka waktu masa hukuman yang sangat lama. Adapun Rustam Effendy, menurut Edy juga menjadi narapidana kasus narkoba dengan hukuman penjara 6 tahun. Narapidana ini baru pertama kali tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba dengan menjalani masa hukuman 2 tahun. Dua narapidana kambuhan ini meloloskan diri dengan menjebol platfoam atap serta melompati dinding tahanan setinggi 5 meter. Subuh dini hari, lanjut Edy kedua narapidana meloloskan diri dari platfoam atap sel Rustam menuju dinding belakang Lapas Balikpapan. Mereka menuruni dinding Lapas Balikpapan mempergunakan tali yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah tangga darurat

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *