NewsBalikpapan –
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan meresmikan penggunaan Kebun Raya Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu (20/8). Peresmian kebun raya seluas 309 hektare menjadi lokasi satu satunya yang ada di wilayah Pulau Kalimantan.
“Adanya kebun raya ini menjadi langkah positif penanganan lingkungan di Kalimantan,” katanya saat menyampaikan sambutannya di Balikpapan.
Zulkifli mengatakan keberadaan kebun raya menjadi benteng terakhir konservasi lingkungan. Menurutnya potensi hutan primer di Indonesia makin tergerus adanya peningkatan luasan sektor pertambangan maupun perkebunan.
“Saat ini dimana mana ada perkebunan sawit dan pertambangan,” ungkapnya.
Sehubungan itu, Zulkifli mengapreasi kebijakan Kota Balikpapan yang mampu mempertahankan kawasan Hutan Lindung Sungai Wain seluas 10 ribu hektare. Kebun Raya Balikpapan berada di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain yang menjadi habitat flora dan fauna khas Kalimantan.
“Masih ada orangutan, beruang madu, rusa dan berbagai jenis burung Kalimantan,” tuturnya.
Selain itu, Zulkifli juga menghormati kebijakan Balikpapan yang melarang aktifitas sektor pertambangan di wilayahnya. Menurutnya kebijakan tersebut membuat pemerintah daerah mampu maksimal dalam pengelolaan kawasan lingkungannya.
“Kota Balikpapan lebih indah dibandingkan Samarinda. Itu disebabkan Samarinda dikelilingi aktifitas pertambangan di wilayahnya,” ujarnya.
Zulkifli membandingkan Kebun Raya Balikpapan dengan Kebun Raya Singapura seluas 100 hektare berisikan spesimen tumbuhan asli Kalimantan. Kebun Raya Singapura mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 1 triliun per tahun dari hasil penjualan tiket maupun souvenir pada para pengunjungnya.
“Kuncinnya pada pengelolaan yang baik sehingga memperoleh pendapatan maksimal,” paparnya.
Menurut Zulkifli, Kebun Raya Balikpapan sudah memiliki modal awal keberagaman ribuan spesimen flora fauna asli Kalimantan. Semestinya, Kebun Raya Balikpapan mampu menandingi popularitas Kebun Raya Singapura tersebut.
“Di Balikpapan luasnya hingga 309 hektare sedangkan di Singapura hanya 100 hektare saja. Disini koleksinya pohonnya asli semua dan usianya sudah mencapai ratusan tahun,” ungkapnya.
Kebun Raya Balikpapan menelan anggaran pembangunan sebesar Rp 30 miliar. Kebun raya ini sudah dipersiapkan sejak lima tahun silam mempergunakan alokasi anggaran daerah dan pusat.
Rinciannya, pemerintah pusat sudah mengucurkan anggaran Rp 21 miliar yang sisanya sebesar Rp 9 miliar berasal dari anggaran Balikpapan. Sejauh ini sejumlah faslitas dan infrastruktur pendukung Kebun Raya Balikpapan sudah terbangun diantaranya, sebagian ruang informasi, guest house, embung, taman, pos penjagaan, parkir, jalan menuju embung dan jalan masuk pintu gerbang
Peletakkan batu pertama pembangunan Kebun Raya Balikpapan dilakukan pada 3 Juni 2008 lalu, oleh Menteri Kehutanan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIP), Gubernur Kalimantan Timur dan Wali Kota Balikpapan.
Keberadaan Kebun Raya Balikpapan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutan Nomor 68 Tahun 2009, tertanggal 26 Februari 2009 tentang penetapan kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Untuk Hutan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Latihan.
Ada ribuan species tanaman seluruh Indonesia, khususnya yang hidup di hutan Kalimantan. Termasuk diantaranya pohon (kayu) langka sepert kayu ulin, bangkirai, kruing, kapur, gaharu, kayu hitam, termasuk berbagai jenis anggrek dan kantong semar.