Massa Demo Kantor PLN Balikpapan
Massa Demo Kantor PLN Balikpapan
15 May 2014
Berau Coal Suport Kebebasan Pers
Berau Coal Suport Kebebasan Pers
17 May 2014

Festival Media Surabaya, Gus Ipul Genjreng Gitar Listrik

Festival Media Surabaya, Gus Ipul Genjreng Gitar Listrik

Festival Media SurabayaNewsSurabaya –
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyelenggarakan pagelaran Festival Media yang diselenggarakan di Surabaya Jawa Timur 16 – 17 Mei 2014 ini. Festival Media berisikan sejumlah agenda jurnalistik diantaranya pembukaan stand AJI Kota seluruh Indonsia, pagelaran musik/seni budaya, puisi, workshop jurnalistik hingga aksi kocak Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul memetik dawai gitar listrik dalam pembukaan agenda tahunan ini.

“Jadi ingat zaman dahulu,” katanya di depan forum bersama Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, Jumat (16/5).

Gus Ipul terlihat familiar memegang gitar listrik yang disebutnya asli produk daerah Surabaya. Tercatat sebanyak dua kali, dirinya ‘menggedruk gedruk’ badan gitar yang menghasilkan lantunan bunyi gong sebagai tanda dibukanya festival media ini.

“Hebat gitar ini, sekarang bunyinya gitar serta cara mainnya sudah aneh aneh,” paparya berseloroh.

Usai kata sambutan, Gus Ipul mengunjungi satu persatu masing masing stand AJI Kota serta memberikan apresiasinya. Dia juga langsung menyalami salah satu rombongan peserta AJI Balikpapan yang diwakili anggota Teddy Rumengan, Triwidodo, SG WIBISONO dan Novi Abdi.

“Fotonya menarik, tapi ada yang nekat melakukan aksi di jalan,” paparnya seraya menyalami Teddy Rumengan dan Triwodo.

Eko alias Item dalam kata sambungannya mengatakan festival media diselenggarakan rutin setiap tahunnya di sejumlah AJI Kota di Indonesia. Pagelaran festival media di Surabaya, menurutnya menjadi pelaksanaan ketiga saat sebelumnya sukses diselenggarakan di Bandung dan Yogjakarta.

AJI Indonesia ingin memperkenalkan sejumlah media daerah yang pengelolaanya diluar pengendalian korporasi media besar di Jakarta. Meskipun memiliki modal kecil, masing masing media lokal ini mampu bertumbuh kembang dalam mendukung kebebasan pers Indonesia.

“Media tidak hanya yang ada di Jakarta saja, festival media ini bertujuan memperkenalkan adanya media lain yang ada di daerah,” ujar Eko.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *