Seluruh peserta konvensi Partai Demokrat sepakat soal nasionalisasi Blok Mahakam dalam pengelolaan anak negeri. Sebanyak 11 kandidat calon presiden menilai sumber daya alam harus dikelola maksimal untuk kepentingan dalam negeri.
“Kalau dibilang Pertamina tidak sanggup dan bangkrut bila mengelola Blok Mahakam sudah terbantahkan,” kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam konvensi Demokrat di Balikpapan, Sabtu (22/2).
Dahlan mengatakan kepastian perpanjangan konsesi Blok Mahakam menjadi perhatian penting Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala negara punya keinginan agar putusan perpanjangan izin Total E&P nantinya diputuskan pemerintah baru terbentuk.
“Sepertinya presiden tidak ingin membebani pemerintah baru terbentuk nanti. Sehingga presiden belum memutuskan izin pengelolaan Blok Mahakam,” paparnya.
Dahlan menilai PT Pertamina (Persero) memiliki sumber daya manusia dan modal yang mumpuni untuk pengelolaan Blok Mahakam. Perusahaan plat merah ini mampu menjawab tantangan saat dipercaya mengelola Blok Madura dari perusahaan migas asing lainnya.
“Waktu itu produksi memang turun, itu karena perusahaan sebelumnya sengaja menunda infrastuktur ekploitasinya. Tapi sekarang produksinya sudah meningkat terus,” ungkapnya.
Selaku Menteri BUMN, Dahlan sempat meminta pernyataan resmi Pertamina dalam pengelolaan Blok Mahakam. Dirut Pertamina menjamin secara tertulis kesanggupan mereka mengelola Blok Mahakam.
Ali Mansyru Musa menambahkan Indonesia sudah siap secara SDM maupun financial permodalan pengelolaan Blok Mahakam. Negara sudah menyimpan dana hingga Rp 10 triliun sebagai modal awal Pertamina dalam pengelolannya nanti menggantikan Total E&P.
“Dana sebesar itu berasal dari dana cadangan yang dikumpulkan dari perusahaan asing tersebut,” tuturnya.
Pramona Edhie Wibowo menegaskan agar Indonesia mampu berdikari diatas kaki sendiri. Sudah merdeka selama 70 tahun membuat Indonesia memiliki putra putra bangsa yang berkemampuan tinggi dibidang migas.
“Kita mampu dan kita bisa, kenapa tidak kita lakukan dalam Blok Mahakam,” ujarnya.
Dino Pati Djalal berpendapat agar negara nantinya mempercayakan negosiasi pengelolaan Blok Mahakam pada Pertamina. Menurutnya Pertamina sudah saat dipercaya lebih besar dalam menangani sektor industri migas Indonesia.
“Pertamina mampu dan bisa, mereka sudah punya pengalaman internasional,” ujarnya.
Seluruh peserta hadir dalam konvensi Demokrat di Balikpapan Kalimantan Timur, Sabtu (22/2) hari ini. Para peserta konvensi terdiri Ali Mansyru Musa, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, Dino Pati Djalal, Anis Baswedan, Endriarto Sutarto, Sinyo Harri Sarundajang, Hayono Isman, Gita Wiryawan, Dahlan Iskan dan Irman Gusman.