Kaltim Kurang Inspektur Pertambangan
11 January 2012
Bansos Dinas Kesehatan Balikpapan Berpotensi Korupsi
12 January 2012

Program Food Estate Jangan Hanya Padi Sawah

Balikpapan – Rencana Kementerian BUMN menanamkan investasi senilai Rp9 triliun di Kaltim melalui program food estate untuk merealisasikan target cadangan beras mencapai 9 juta ton tahun 2014, mendapat respon positif dari Tim Percepatan Pembangunan Food Estate Kaltim (TPPFEK) Anggota Tim Percepatan Pembangunan Food Estate Kaltim Riyanto meminta BUMN yang ditunjuk untuk berinvestasi di Kaltim agar memanfaatkan padi ladang selain produksi dari padi sawah. Karena padi ladang juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

Menurut Riyanto, jenis padi ladang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan padi sawah. Contohnya varietas Padi Mayas asal Kutai Kartanegara yang termasuk dalam kelompok padi ladang.

“Ketergantungan dengan air tidak cukup besar disamping tidak memerlukan pestisida serta pupuk dalam proses penanamannya,” katanya.

Keorganikan padi jenis ini akan membantu meningkatkan pendapatan petani karena biaya operasional dan perawatan tanaman lebih kecil. “Kultur tanah di Kaltim juga mendukung dalam pengembangan padi varietas ini,” terangnya.

Riyanto menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pertanian padi ladang terasa lebih lambat dibandingkan dengan padi sawah. Dia juga mengharapkan BUMN terkait bisa memberi inovasi dalam penyediaan alat-alat pertanian yang akan mendukung proses pengolahan tanah.

“Kami harapkan inovasi dari pihak BUMN karena hal ini juga akan mengembangkan industri dalam negeri,” ujarnya.

Seperti diketahui Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan pihaknya akan menanamkan investasi sebesar Rp9 triliun melalui program food estate. Kaltim menjadi daerah pertama yang disurvei karena pemerintah daerahnya menyanggupi penyediaan lahan seluas 100.000 hektare.

Dahlan Iskan mengatakan pihaknya akan serius dalam merealisasikan pembentukan food estate yang diprioritaskan dalam pencetakan lahan sawah baru untuk membantu peningkatan produksi beras.

Dahlan mengungkapkan angka inflasi tahunan pada 2011 merupakan rekor pencapaian terendah sejak krisis moneter 1998 yakni sebesar 3,79%. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang berada diatas 6%.

Kendati demikian, tambah Dahlan, pemerintah harus berkorban banyak dengan menggelontorkan 500.000 ton beras yang menjadi rekor penyaluran beras terbesar sejak krisis.

“Beras sebanyak itu untuk menciptakan kondisi yang tenang di masyarakat karena kebutuhan beras mencukupi,” tandasnya.

2 Comments

  1. […] 400 hektare lahan sawah di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur terancam gagal panen menyusul kemarau panjang tahun ini. Setidaknya lima bulan ini […]

  2. […] Kota Balikpapan Kalimantan Timur memanen sebanyak 1.200 kaleng tanaman padi perkotaan yang sudah seluruhnya menguning. Tanaman padi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *