Balikpapan Tanam Padi Dalam Kaleng Cat

Panen padi perkotaan BalikpapanNewsBalikpapan –

Warga Kota Balikpapan Kalimantan Timur memanen sebanyak 1.200 kaleng tanaman padi perkotaan yang sudah seluruhnya menguning. Tanaman padi perkotaan ini menjadi proyek uji coba Komando Distrik Militer Balikpapan dalam menghasilkan 120 kilogram beras siap konsumsi.

“Tanaman padi perkotaan ini guna mendorong agar Indonesia nanti bisa mencapai swasembada beras di tahun mendatang,” kata Komandan Kodim Balikpapan, Kolonel Heri Setya Kusdiantana, Sabtu (20/2).

Heri menyadari keterbasan alam Balikpapan yang memiliki tanah tidak subur serta pasokan air yang minim. Menurutnya harus ada inovasi terobosan agar tanaman padi mampu hidup dalam berbagai keterbatasan ini.

Sehubungan itu, Heri mengandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan tanaman padi perkotaan di Balikpapan. Sistim padi perkotaan mampu mensiasati minimnya ketersediaan lahan maupun air di wilayah Balikpapan.

“Caranya menanam padi di dalam kaleng bekas cat,” paparnya.

Kodim Balikpapan menanam sebanyak 1.200 kaleng padi perkotaan yang menjadi proyek percontohan masyarakat. Jenis bibit padi yang dipilih adalah varietas unggul Sertani 13 yang memiliki kelebihan mampu hidup dilahan kering serta panen dalam kurun waktu 120 hari.

“Kaleng bekas cat di isi dengan tanah kompos hewan dan tumbuhan. Bibit persemaian padi kemudian ditanam dalam kaleng selama 120 hari,” paparnya.

Heri mengatakan kunci sukses penanaman padi perkotaan adalah pemilihan bibit unggul, proses pemeliharaan yang baik serta pelaksanaan panen yang tepat. Menurutnya penanganan tepat akan mampu menghasilkan produksi beras yang signifikan tanpa harus membuka sawah ribuan hektare.

“Kita hanya harus menjaga seksama tanaman yang tidak boleh kekeringan air saat kondisi tertentu. Hama burung juga menjadi perhatian sendiri,” ungkapnya.

Ahli IPB, Kurnia menyatakan sistim padi perkotaan menjadi inovasi modern pengembangan tanaman padi Indonesia di masa mendatang. Permasalahan keterbatasan lahan maupun air mampu disiasati lewat proses penanaman sistim kaleng.

“Nantinya menanam padi tidak hanya di pedesaan saja, tapi bisa dilakukan di perkotaan. Perlengkapan dibutuhkan juga sederhana dan lebih berwawasan lingkungan tanpa adanya pembukaan lahan baru,” tuturnya.

Secara terori sistim padi perkotaan berpotensi mampu menghasilkan 250 – 300 gram gabah kering atau 100 gram beras per kalengnya. Proyek uji coba di Balikpapan setidaknya mampu memproduksi sebanyak  120 ribu gram beras dari hasil panen 1.200 kaleng cat.

“Teorinya seperti itu meskipun prakteknya bisa menyusut akibat sistim panen yang tidak betul,” ujarnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy menyambut baik terobosan teknologi ilmu pertanian sudah dilakukan TNI di wilayahnya. Menurutnya produksi beras Balikpapan sebanyak 600 ton per tahun hanya mampu memenuhi 0,13 persen kebutuhan konsumsi seluruh masyarakatnya.

“Produksi beras Balikpapan kecil akibat minimnya lahan dan pasokan air. Semoga  terobosan ini menjadi jawaban di masa mendatang,” ungkapnya.

Berita Terkait

1 Comment

  1. […] miskin Balikpapan Kalimantan Timur sudah tidak memperoleh alokasi beras miskin per bulannya. Keberadaan alokasinya digantikan bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa buku […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *