Pertalite Geser Posisi Pertamax

Pertalite di SPBU SamarindaNewsBalikpapan –

PT Pertamina (Persero) menyatakan penjualan produk BBM non subsidi pertalite sudah mampu menggeser posisi pertamax di pasaran masyarakat Indonesia. Produk BBM yang memiliki keunggulan RON 90 tercatat angka penjualan mencapai 1.420 kilo liter per hari di seluruh SPBU di Indonesia.

“Penjualannya sudah menggeser posisi pertamax di seluruh Indonesia. Setiap SPBU penjualannya mencapai 17 kilo liter per hari,” kata Senior Marketing Vice Presiden PT Pertamina, M Iskandar, Senin (7/9).

Iskandar mengungkapkan prosentase penjualan pertalite mencapai 14 hingga 15 persen dari total distribusi BBM di masing masing masing SPBU. Adapun prosentase penjualan  pertamax masih tertahan di kisaran 12 persen dari konsumsi masyarakat.

“Sesuai prediksi kami, pertalite mengambil 11 persen pasar premium dan 3 pertamax diambil 3 persen,” ujarnya.

Iskandar memperkirakan penjualan pertalite nantinya akan terus meningkat mengingat tipisnya harga jual premium dan pertalite yang dikisaran Rp 7.300 dan Rp 8.500. Kualitas pertalite ini juga sudah sesuai dengan kebutuhan performa mesin kendaraan bermotor terbaru saat ini.

“Harga yang tidak berbeda jauh dan kualitasnya bisa diandalkan. Kami yakin penjualan bisa mencapai 30 persen bila harganya terpaut Rp 1.000 saja,” tuturnya.

Sehubungan itu, Iskandar mengatakan Pertamina meresmikan 12 SPBU penjualan pertalite pertama luar Jawa di Kalimantan Timur. Pertamina sebelumnya sudah meresmikan sebanyak 684 SPBU yang letaknya tersebar di wilayah Jawa dan Bali.

“SPBU pertalite sudah ada 12 persen dari total SPBU di Jawa yang jumlahnya mencapai 4.370 bangunan,” ungkapnya.

Adanya pertalite akan bisa mengurangi beban subsidi premium yang mencapai Rp 14,7 triliun per tahunnya. Pergeseran konsumsi premium ke pertalite, menurutnya mampu memberikan keuntungan devisa Negara untuk pembangunan infrastruktur daerah.

“Tahun lalu keuntungan Pertamina terkoreksi dari 900 juta US dolar menjadi 400 juta US dolar. Itu karena diminta Negara membayar dahulu subsidi premium masyarakat,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Samarinda, Nursyirwan Ismail menyatakan daerah sangat mendukung upaya pemerintah dalam mendistribusikan BBM secara adil pada masyarakat. Menurutnya peruntukan penjualan BBM harus dimaksimalkan untuk pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.

“Lebih baik untuk pembangunan daerah saja,” tuturnya.

Pemkot Samarinda juga akan menginstruksikan penggunaan pertalite untuk konsumsi kendaraan dinas di lingkungan pejabat setempat. Menurutnya penggunaan pertalite mampu memberikan keuntungan jangan pendek maupun panjang bagi masyarakat.

Pertamina melaksanakan aktivasi uji pasar Pertalite di Samarinda ditandai dengan pengisian perdana Pertalite pada kendaraan di SPBU COCO 61.751.02 Jalan Slamet Riyadi Samarinda. Acara seremoni ini  dilakukan SVP Fuel Marketing & Distribution Muchamad Iskandar, didampingi oleh GM Marketing Operation Region VI Faris Aziz, serta Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail.

Berita Terkait

2 Comments

  1. […] Pertamina (Persero) menyatakan siap menggenjot peralihan konsumsi premium menuju pertalite pada akhir 2015 ini. Produk BBM non subsidi ini diharapkan mampu mencapai 20 persen dari total […]

  2. […] mengatakan tiga SPBU tersebut hanya jadi awal ekspansi Pertamina dalam pemasaran produk pertalite di Kalsel. Menurutnya […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *