SMK Negeri 6 Balikpapan Rekruit 100 Siswa
19 April 2012
Disetujui Kemendikbud, Tahun Ini ITK Penerimaan Mahasiswa Baru
20 April 2012

Pedagang Pasar Inpres Tolak Pembangunan Mall

Balikpapan – Sebanyak 641 pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat menolak rencana pemkot melakukan perluasan dan modernisasi pasar seperti keberadaan Mall Plaza kebun Sayur. Penolakan mereka berdasarkan pengalaman dua tahun berjalanya Plaza Kebun Sayur yang berdiri kokoh diseberangnya. “Orang modal besar  saja nanti yang menempati kios kalau ini dijadikan mall lagi. Lihat saja kita yang tadinya berjualan di depan  setelah jadi mall kita tersingkir ditempatkan di belakang. Akibatanya kios kita sepi dan banyak pedagang yang tutup kiosnya karena sepi pengunjung,” terang Yuli

Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur usai pertemuan dengan Pemkot dan pengembang PT Guser Mitra Sejahtara. Perusahaan inilah yang mengembangkan dan mengelola Plaza Kebun Sayur untuk dikelola selama jangka waktu 20 tahun.  

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, pengembang menyampaikan presentasi pengembangan  Pasar Inpres Kebun Sayur  menjadi 4 lantai. Mereka diterima oleh Asisten II Sri Sutantinah,Plt Pasar Arbain Side, Kabag Perlengkapan M Arsyadserta sejumlah perwakilan pedagang.

Penolakan pedagang ini dituangkan dalam satu sikap yang ditandatangani oleh 641 pemilik kios. Mereka meyakini konsep mall pasar modern di kawasan ini, tidak akan bertahan dan justru membuat pedagang kecil bangkrut.

 Contoh saya punya kios di plaza lantai III ukuran 2×2 omsetnya Rp4 juta per bulan. Di blok permata biru Pasar Inpres Kebun sayur, kios saya itu hasilkan Rp1 juta perhari. Nah yang pedagang yang lain itu dah pada tutup di plaza itu. Saya justru hasil di pasar yang lama ini untuk menutup biaya di plaza,” terang Yuli.

Pemkot diakui yuli memiliki rencananya untuk meremajakan kawasan pasar Inpres Kebun Sayur, mengingat sudah habis masa hak pengelolaan selama 30 tahun. Namun pedagang sepakat untuk melakukan peremajaan dan perbaikan kios dengan biaya sendiri tanpa harus melibatkan investor besar.

“Kalau bikin mall sepi, yang ada saja  mereka pada balik ke pasar Inpres. Itu contoh kasus yang sudah kelihatan, nyata didepan pedagang nanti tersingkir,” tandasnya.

Senada dikatakan  Ketua II persatuan pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur H. Rahmad (60). Penolakan kehadiran investor diyakini pedagang akan makin menyusahkan pedagang kecil.

“Mereka bilang akan relokasi sementara tuh pedagang. Nanti belum direlokasi usaha kita sudah pada tutup,” tandasnya.

Karena itu ia bersama pedagang lainya meminta agar pemkot ikut bersama-sama mereka untuk memperindah pasar bersama konsepnya pengembangan yang dimiliki pedagang. “Kita sanggup untuk lakukan itu, penataan dan pembenahan pasar,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *