Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menagih janji pemerintah dalam merealisasikan pembangunan kilang pengolahan minyak Bontang. Sudah ada area lahan seluas 500 hektare yang memenuhi persyaratan sebagai lokasi pembangunan kilang minyak.
“Saya menagih janji presiden yang disampaikan bulan Juni lalu akan membangun kilang minyak di Bontang,” kata Awang di Balikpapan, Minggu (22/11).
Awang mengatakan sudah tersedia lahan seluas 500 hektare yang lokasinya berdekatan dengan kilang gas PT Badak NGL. Lahannya menjadi milik Pertamina sehingga dipastikan terbebas dari sengketa agrarian.
“Lahannya clear and clean di Bontang,” paparnya.
Kilang minyak Bontang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kaltim di masa mendatang. Awang berkomitmen mendukung penuh realisasi pembangunan kilang minyak di Bontang.
Pertengahan tahun lalu Kementerian ESDM mengungkapkan rencana pemerintah membangun kilang pengolahan minyak kapasitas tampung 350 ribu barrel di Bontang. Data wartawan membeberkan adanya kilang ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM untuk wilayah Indonesia Timur.
Ada empat kandidat lokasi pembangunan kilang pengolahan minyak di wilayah Indonesia Timur. Kota Bontang menjadi kandidat terkuat mengingat lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah asset Pertamina seperti pelabuhan, akses boiler hingga kepemilikan lahannya serta menghemat biaya 30 persen.
Pembangunan kilang pengolahan minyak Bontang masuk dalam tahap perencanaan yang direalisasikan pada 2021 mendatang. Proses pembangunannya akan bersamaan dengan upgrade kapasitas kilang pengolahan minyak Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari.
1 Comment
[…] Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar memastikan progres pembangunan kilang migas Bontang sesuai rencana. Pertamina sudah mempersiapkan teknis pembangunan kilang minyak Bontang […]