Dua Pekerja Panggung Tewas Ditempat

Dua korban tewas ini merupakan saudara sepupu dan sudah dilakukan visum di RSUD Kanudjoso. Sedangkan tiga pekerja lainya menderita luka-luka dibawa  ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

Sedangkan satu pekerja tidak mengalami luka sedikitpun. Ketiga pekerja yang mengalami luka-luka adalah Agus (29) dan Sujaka (18) mengalami Shock sertaRudiansyah  (26) warga kelurahan Baru Ulu mengalami luka ditangan kir dan kepala.

Musibah terjadi saat enam pekerja saat akan mendirikan tiang tower untuk sound konser Ungu. Balikpapan sejak pagi guyur hujan hingga siang Pemasangan dilakukan usai hujan yang mengguyur kota Balikpapan sejak subuh tadi hingga jelang siang.

“Kita pasang tiang tower sound ketinggian mungkin 12 meter, ngak tahu ya mungkin menyentuh kabel listrik jalanan. Tiba-tiba kita terlempar semua,” cerita Rudiansyan (26) salah korban yang ditemui di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Mahmud dan kasriyah yang merupakan orangtua Adrianu korban tewas tersetrum. Mereka menuntut kepada pihak yang mempekerjakan anak mereka untuk bertanggungjawab. Karena  anak mereka bekerja hanya dibagian pemasangan tenda panggung saja bukan sebagaio teknisi sound system.

“Kami minta ada pertanggungjawaban dari yang pekerjakan anak saya. Mereka setahu kita kerja pasang panggung saja,”ujar Mahmud.

Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Gatot membenarkan kejadian itu dan penyebabnya. “ saat ini sudah empat saksi kita periksa. Konser sendiri tetap jalan,” ujarnya.

Panggung Ungu itu memiliki luasan 10 x 12 meter dan tinggi sekira 1,5 meter. Ini Konser Ungu rencananya akan berlangsung Minggu malam (4/3) dalam rangka meramaikan puncak HUT Kota ke 11-5. “ Ya itu rangkai Hut Kota, konser ungu itu sumbangan daripihak swasta,” ucap Kabag humas Pemkot Aji Sofyan, (4/3).

Sofyan mengaku belum mengetahui adanya peristiwa naas yang menimpa pekerja yang tengah mempersiapkan panggung Unggu. “ Nanti kita cari tahu info soal insiden itu,” katanya.

Konser sendiri tetap berlangsung dan tidak ada police line di lokasi kejadian. Bahkan panitia sempat melakukan cek suara panggung.  Pihak penyelenggara konser Blue Ocean Comunication  Djeni mengatakan  pihak yang mempekerjakan keenam korban kesetrum  akan bertanggungjawab. “ kita akan tetap bertanggungjawab tapi soal apa tanggjunga jawabnya kita masih harus bicarakan lagi,” ucapnya Djeni singkat.

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *