Pemeliharaan Drainase di Balikpapan Rp2 miliar

Eri mengatakan pekerjaan pembersihan drainase dari rumput alang-alat dan pembersihan sampah hingga pengerukan sungai  kini tengah dilakukan di sungai Sepinggan. “ Itu kita lakukan sampai penilaian Adipura,” katanya.

Untuk pemeliharaan rutin ini kata Dia dikerjakan oleh 35 petugas dari bidang pengairan untuk mengerjaan belasan sungai yang ada di Balikpapan . “ Pekerjaan rutin ini tidak terkait Adipura, kita kerjakan terus. Bedanya kalau Adipura kita kerja lembur sampai jam 4 sore biasanya dari jam 9.00 sampai jam 1 siang. Jumlah personil  kitapun hanya 35 orang ada lima regu per regu ada 7 orang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saluran drainase maupun sungai yang kondisinya belum baik umumnya terjadi di tengah perkotaan yang berdekatan dengan pemukiman padat. “ Makin dekat dengan pemukiman sampah rumah tangga banyak sekali. Kita banyak temukan itu di sungai-sungai. Masih kurang kepedulian mayarakat untuk bantu membuang sampah pada tempatnya,” keluhnya.

Menurutnya pemkot merasa kesulitan menjamin kebersihan drainase dan sungai se Balikpapan. Masalahnya, kesadaran masyarakat dinilai minim untuk tidak buang sampah ke sungai. Selain itu juga alokasi pemeliharaan sungai yang tak ideal, hanya Rp2 miliar.

Karena itu, tak heran jika ditemukan masih ada drainase yang mampet dan sampah menumpuk lainnya.  “Secara umum sudah berjalan, kalau masih ada mungkin petugas kami belum menjangkaunya. Tapi kami harapkan masyarakat yang tinggal disekitar sungai atau umumnya ikut membantu kita menjaga kebersihan sungai,” Eri Santoso.

Misalnya sungai kawasan prapatan, Gunung Malang, Sepinggan, Sungai Ampal, dan lainnya. Sedangkan untuk  Sungai Ampal belum bisa ditangani, karena masalah teknis. “Traktornya nggak bisa masuk, memang itu masih  belum terjangkau. Tapi nanti akan dilakukan pemeliharaan juga,” akunya.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *