Pakar ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendy mendukung penuh pengelolaan Blok Mahakam oleh anak negeri sendiri. Kerjasama antara Pertamina dan Pemprov Kaltim sudah kompeten dalam pengelolaan sumber migas potensial berada di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ini.
“Akan berdampak positif bagi perekonomian Kalimantan Timur,” katanya saat dihubungi, Sabtu (29/3).
Aji Sofyan mengatakan masyarakat Kaltim masih menunggu kepastian pengelolaan Blok Mahakam yang habis kontraknya pada 2017 mendatang. Pemerintah disebut sebut tidak memperpanjang perusahaan asing selaku kontraktor yakni Total E&P Indonesie.
Dosen Fakultas Ekonomi Unmul ini memprediksi keuntungan pendapatan asli daerah Kaltim akan meningkat pesat hingga Rp 17 triliun per tahunnya. Disamping itu kata dia, Kaltim selaku daerah penghasil tetap menerima dana bagi hasil sektor migas hingga Rp 5 triliun per tahunnya.
Totalnya kas daerah Kaltim nantinya mampu menembus angka Rp 35 triliun per tahunnya. Penerimaan anggaran ini hanya mampu dilampaui DKI Jakarta yang memiliki APBD sebesar Rp 50 triliun per tahunnya.
Saat ini, kepemilikan blok Mahakam dikuasai masing-masing 50% oleh Total Indonesie (Prancis) dan Inpex Corp. (Jepang). Potensi gas di blok Mahakam diperkirakan masih ada sebesar 12,5 TCF dengan nilai sekitar Rp 1.200 triliun.
Seperti diketahui Tahun 2017 kontrak PT. Total Indonesie mengeloa Blok Mahakam akan berakhir, sehingga besar kemungkinan pengelolaan Blok Mahakam bisa dikelola PT. Pertamina.