Komisi IV DPRD kota meminta pemkot untuk mewaspadai hasil pemeriksaan Ujian nasional khususnya bagi peserta ujian yang menggunakan kertas ujian dan lembar ujian fotocopy. Karena lembar soal dan jawaban nantinya diproses secara komputerisasi dengan tanda khusus ditiap lembar jawaban/barcode.
“Jangan sampai merugikan anak-anak didik kita karena mereka sudah menanti jadwal UN tidak pasti. Jangan lagi nilai ujian ini hasil tidak terbaca nilainya dengan benar karena inikan ada barcodenya,”tandas Anggota Komisi IV DPRD Kota Citra Devi, kemarin.
Citra mengaku belum mengetahui teknis dari pemeriksaan kunci jawaban peserta UN. Tapi ada informasi yang diterima dari pusat, hasil jawaban siswa yang dari lembar foto copy harus dipindahkan ke lembar jawaban aslinya.
“Berarti pemindahan secara manual baru terbaca oleh meain scanner. Takut ada human errornya. Belum tentu juga lembar barcodenya sama dengan yang ada dilembar ujian. Tapi sekali lagi saya belum tahu teknisnya seperti apa. Itu yang harus dipantau jangan sampai merugikan siswa,”katanya.
Masalah ini katanya yang lebih memahami pusat. Karena lembar jawaban ini diperiksa di Kemendiknas. Ditanya saol ini, Ketua Panitia Pelaksana UN Balikpapan, Wahyudi mengatakan persoal itu sepenuhnya dapat disampaikan ke pengawas UN dalam hal ini Unmul.
“Kalau itu yang koreski lembar jawaban pihak Unmul. Jadi bagaimana teknis itu sebaiknya Tanya ke Unmul,”katanya saat ditanya melalui telpon Kabag Humas dan Protokol Sudirman, kemarin.
Perintah menggandakan soal UN atas kesepakatan Mendiknas dengan pengawas UN di Kaltim bersama Universitas Mulawarman yang ditunjuk untuk mengkoreksi lembar jawaban itu Unmul.
Ketika ditanya pernah diujicoba lembar jawaban itu dapat dibaca di komputerisasi dengan lembar jawaban yang asli, Wahyudi kembali menyerahkan itu kepada Unmul. “ Itu bisa ditanya ke Unmul. Teknisnya bagaimana itu mereka yang paham. Saya sarankan sebaiknya langsung ke Rektor Unmul,”kilahnya.
Sebelumnya Kabag Humas dan Protokol Sudirman mengatakan persoalan pemeriksaan hasil lembar jawaban UN yang difoto copy menjadi pertanyaan dalam rapat dengan kepala sekolah pada Rabu malam lalu dengan disdik dan tim pengawas Unmul.
“Kemarin itu sempat ditanyakan oleh sekolah tapi sudah bisa diatasi. Ada jaminan dari pengawas, dari disdik provinsi. Sebelum difotocopy banyak itu diujicoba dulu,”kata Sudirman, kemarin.
Menurut Sudirman bukan barcode yang akan membaca hasil jawaban lembar siswa untuk yang difoto copy tapi dari nama siswa yang dibuat dengan bulatan pensil.
“Itu diuji. Tapi jelasnya ke pak Wahyudi,”pungkasnya.