Provinsi Kalimantan Timur menjanjikan gaji sebesar Rp 30 juta per bulan bagi tenaga dokter bedah yang siap ditempatkan di sejumlah kawawan perbatasan. Tenaga professional dokter ini akan ditempatkan di rumah kesehatan di Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Para bupatinya sudah siap memberikan gaji sebesar Rp 30 juta bagi dokter bedah ini,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Selasa (2/4).
Awang mengatakan dokter bedah ini harus total melaksanakan profesinya di kawasan perbatasan. Pasalnya selama ini dokter dokter ini cenderung lebih memilih ditempatkan di kota kota besar di Kaltim.
“Mereka milihnya di Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya.
Padahal, lanjut Awang sejumlah kota di perbatasan Kaltim sudah mengeluhkan minimnya profesi dokter bedah di wilayahnya. Pasian harus dilarikan ke rumah sakit Tarakan yang jaraknya bisa memakan waktu tempuh hingga 5 jam perjalanan darat dan laut.
Disamping itu kata Awang, pihaknya tahun ini akan membangun 5 rumah sakit pratama tipe D diwilayah pedalaman dan perbatasan. Tahun 2014 Pemerintah Provinsi Kaltim juga kembali akan bangun 5 rumah sakit Pratama.
“Jadi tahun ini kita bangun 5, tahun depan kita juga bangun 5 jadi seluruhnya kita bangun 10 selama tahun untuk tahun ini dan 2014, kita bangun didaerah yang selama ini sulit dijangkau, satu rumah sakit 50 tempat tidur,” ujar Awang.
Menurut Awang, dibangunnya diwilayah pedalaman dan perbatasan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat. “Itu harapan kami, karena kami memang selama ini sangat komitmen untuk sector kesehatan,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan rumah sakit pratama tersebut, tidaklah besar. Karena kata Awang, untuk satu rumah sakit hanya menelan biaya sekitar Rp 15 miliar,dari APBD Kaltim.
“Untuk pembangunan gedungnya Rp 10 miliar dan untuk peralatannya Rp 5 miliar, berapa pun kalalu untuk kesehatan APBD kita pasti sanggup, kami ingin seluruh wilayah di Kaltim punya rumah sakit,” tandasnya.
Beberapa daerah yang menjadi target dibangun yakni khususnya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan Malaysia, diantaranya di Nunukan, Bulungan, Malinau, Tanah Tidung termasuk Kutai Barat.