Tim evakuasi belum berani memastikan soal nasib 13 korban jatuhnya helicopter M1-17 di Long Pujungan Malinau Kalimantan Utara. Personil gabungan belum menemukan bukti fisik yang memastikan kelangsungan nasib korban jatuhnya helicopter Komando Daerah Militer VI Mulawarman ini.
“Kami belum memastikan, karena memang tidak ada bukti untuk menyebutkan nasib mereka ini,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman, Kolonel Legowo Sujatmiko yang tergabung dalam tim pencarian, Minggu (10/11).
Hari pertama pencarian, Legowo mengatakan pihaknya hanya menemukan enam korban yang mengalami luka bakar serius. Tim tidak menemukan bukti bukti lain menunjukan keberadaan para korban tertinggal lainnya berjumlah 13 orang.
“Tim langsung membawa korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Mereka harus gerak cepat karena evakuasinya dengan helicopter,” paparnya.
Meski demikian, Legowo mengaku sudah tahu sejumlah pemberitaan menyebutkan 13 korban dipastikan meninggal. Dia enggan bertindak gegabah saat belum ditemukan bukti otentik soal nasib korban lainnya.
“Mereka belum ketemu, nanti kami sebutkan meninggal ternyata ketemu masih hidup,” tuturnya.
Tim evakuasi masih mencari korban hilang yaitu Kapten CPN Wahyu Ramadhan, Kapt Czi Sardi, Lettu CPN Agung Budiharjo, Lettu CPN Rahmad, Serka Aan, Dessy, Wahyu, Ling Ling, Asun, Sam, Robert, Ging dan Bilung Lengkang. Tim gabungan TNI, SARS dan masyarakat terdiri 30 personil menerbangkan tiga helicopter untuk mencari para korban.
Sebelumnya, TNI terpaksa menghentikan proses pencarian korban jatuhnya helicopter memuat 19 penumpang. Mereka hanya berhasil mengevakuasi enam korban yang seluruhnya mengalami luka bakar serius.
Para korban ini itu adalah Sertu Joko, Praka Sidurian, Mendan, Albert, Ferdy dan Njuk.
Helicopter TNI jatuh posko pengamanan Bulan Long Pujungan Malinau Kalimantan Utara. Pesawat TNI ini disebut sebut membawa 19 penumpang dan 1.800 kilogram logistic untuk pembangunan pos pengamanan perbatasan.
Belum diketahui penyebab jatuhnya helicopter ini di perbatasan Malaysia ini. Bandara Tarakan lepas contak dengan pilot pesawat setelah beberapa saat lepas landas.