Tengkulak Kuasai Pasar Makanan Balikpapan

Pedagang Pasar Pandansari

Pedagang Pasar Pandansari

Balikpapan –

Tim Inflasi Daerah Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan terdapat 11 komoditas bahan makanan setempat penyebab tingginya angka inflasi. Komoditas bahan makanan penyebab inflasi Balikpapan ini diantaranya daging sapi, daging ayam, telur, ikan, bawang merah – putih, telur hingga berbagai jenis sayuran.

“Totalnya ada 11 komoditas bahan makanan penyebab inflasi Balikpapan,” kata Anggota Tim Inflasi Daerah Balikpapan, Tutuk Cahyono, Rabu (25/9).

Tutuk mengatakan pergerakan harga komoditas ini cenderung tidak wajar terjadi di Balikpapan. Harganya bahkan melambung diatas harga pasaran komoditas serupa di kota lain.

“Lonjakan tersebut, berdampak pada inflasi di Balikpapan ikut terdongkrak tinggi,” ujarnya.

Lonjakan harga komoditas ini, menurut Tutuk disebabkan distribusinya dikuasai tengkulak maupun pedagang besar. Praktek persaingan pasar tidak sehat ini juga disebut dengan oligopoly.

“Harganya masih dikontrol, masih naik turunnya itu masih tidak mencerminkan naik turun gara-gara  permintaan penawaran , tetapi gara-gara yang lain, artinya ada yang bisa mengendalikan harga di pasar ya itu oligopoli,” ungkapnya.

Tutuk mengatakan pasokan komoditas bahan makanan tersebut tidak mengalami gangguan di Balikpapan. Namun kenyataanya harga melonjak tinggi sesuai keinginan pedagang.

“Pedagang besar yang untung, tidak demikian halnya dengan petani,” tuturnya.

Pemerintah Kota Balikpapan harus mampu menindak tegas praktek oligopoly ini yang merugikan masyrakat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kesulitan menindak praktek ini sesuai ketentuan dasar hukum berlaku.

Pemerintah daerah untuk mengantispasi permainan harga di pasar, misalnya dengan memperbaiki infrastruktur. Harga yang bagus itu tercermin dari harga pasar nya yang menuju persaingan yang sempurna.

Tutuk mengklaim, dalam tiga tahun terakhir inflasi Balikpapan bisa ditekan, karena sebelumnya tertinggi diatas angka nasional. Bahkan kini inflasi Balikpapan justru tertinggi ketiga di Kalimantan Timur (Kaltim), setelah Tarakan dan Samarinda.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *