Sekolah Unggulan di Kukar Direndam Banjir, Kerugian Rp1 miliar

Banjir membuat hampir semua fasilitas sekolah rusak bahkan hilang. Mulai dari alat tulis kantor, arsip-arsip, buku-buku perpustakaan, mebel sekolah yaitu kursi-kursi dan lemari, laboratorium komputer, peralatan praktik mesin dan otomotif, berbagai perlatan elektronik milik sekolah, hingga bahan
bangunan. Hingga kerugian mencapai Rp1 miliar.

“Sekolah kita terendam semua, di halaman sekolah banjir mencapai 2 meter, dan di pelataran sekolah hingga setinggi dada. Semua perlengkapan sekolah rusak semua. Kita perkirakan rugi Rp1
miliar,”jelas, kepala SMK Duta Bangsa, Hamdani, Senin (10/1).

Padahal kata Hamdani, sekolah tersebut sedang membangun dua buah ruang kelas yang merupakan bantuan dari APBN senilai Rp230 juta. “Dua bangunan tambahan itu sudah mencapai 70 persen pengerjaan tapi rusak lagi akibat banjir belum lagi bahan material seperti pasir, semen dan ikut hanyut,”
ungkapnya.

Yang lebih merisaukan Hamdani, Februari 2012 mendatang siswa-siswanya akan menjalani uji kompetensi. Sekolah juga sedang dinilai untuk mendapatkan ISO 9001-2008. “ Sekarang seperti mau buka sekolah baru, tidak ada meja kursi, tidak punya arsip,” ujarnya memelas.

Sekolah ini dibangun tahun 2007, kini memiliki 8 kelas, 256 siswa, 25 guru, 3 tenaga administrasi, dan seorang tukang kebun. Aset utama sekolah adalah peralatan praktik otomotif dan mesin senilai Rp500
juta. Akibatnya lainya, pihaknya terpaksa meliburkan 256 lagi siswanya hingga Jumat 13/1. Sekolah baru saja masuk kembali setelah libur semester ganjil tahun ajaran 2011/2012.

Sementara itu Ketua RT 11 Kelurahan Karya Merdeka Nur Khoirisam, mengatakan banjir mulai  datang sekitar pukul tiga dinihari. Banjir juga merendam tidak kurang dari 20 rumah warga RT 11 Kelurahan Karya Merdeka “Sampai tadi siang banjir juga belum surut masih 1 meteran,” ujar Nur.

 Menurut nya, banjir terjadi karena meluapnya Sungai Saka Kanan, anak Sungai Merdeka. Sungai Saka Kanan meluap karena di hulunya terjadi hujan. SMK Duta Bangsa sendiri berlokasi tidak jauh dari di tepi
sungai.

“Juga karena pendangkalan sungai dan aktivitas penambangan batubara di hulunya, yaitu di sekitar Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Km 38 Jalan Soekarno-Hatta,” kata Nur yang rumahnya juga terendam.

Beruntung masih banyak rumah yang selamat dari banjir karena berada diatas tanah yang lebih tinggi dan tipe rumah panggung namun demikian, banyak warga yang kehilangan ternak seperti ayam dan mengalamikerusakan bahan pangan karena terbawa banjir atau terendam air.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *