Dua Wartawan Meninggal Akibat Covid
Dua Wartawan Meninggal Akibat Covid
23 October 2020
Warga Kaltim Masih Mewaspadai Covid
Warga Kaltim Masih Mewaspadai Covid
26 October 2020

Saat Membuat Berita Bisa di Rumah

Saat Membuat Berita Bisa di Rumah

Saat Membuat Berita Bisa di RumahNewsBalikpapan –

Jam dinding rumah pinggiran kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) tepat menunjuk angka 13.00 Wita. Sinar surya menerpa kian kencang pertengahan bulan Oktober ini.

Suhu panas membangunkan penghuninya yang terlelap selepas begadang semalaman menyuting berita.

“Rutinitas keseharian selama pandemi covid 19 melanda Balikpapan,” kata Teddy Rumengan saat dihubungi Minggu (25/10/2020).

Teddy merupakan editor media daring lokal Balikpapan sekaligus penulis lepas di sejumlah media nasional. Aktifis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan bisa membuat belasan artikel berita hanya dalam semalaman.

Selepas fajar tiba, tubuhnya langsung ambruk ke ranjang kamarnya hingga jelang siang.

Kota Balikpapan termasuk zona merah penyebaran virus covid 19.  Pasien positif di (Kaltim) menembus angka keseluruhan 12.038 jiwa. Tambahan pasien Balikpapan sebanyak 15 jiwa di bulan Oktober ini.

Sehubungan itu, mayoritas jurnalis di Balikpapan harus extra hati – hati menjalankan rutinitas liputan. Bekerja di rumah akhirnya menjadi pilihan guna mensiasati ancaman penyebaran pandemi.

Liputan secara daring menjadi pilihan utama memanfaatkan aplikasi zoom ataupun menelpon narasumber secara langsung.

Protokol kesehatan pun dijalankan secara ketat saat terpaksa menjalankan liputan lapangan. Berkenaan penggunaan masker, cairan disinfektan, dan social distancing.

“Ada perubahan sistem kerja wartawan dalam menjaga kesehatan diri,” ujar Teddy.

Pergeseran pola hidup ini hampir seluruhnya dialami wartawan di Balikpapan. Perusahaan media lokal juga bisa memaklumi perubahan pola hidup demi keselamatan di lapangan.

Wartawan lapangan bahkan di wanti wanti mentaati protokol kesehatan pandemi ditetapkan Satgas Penanggulangan Covid Balikpapan.

“Wartawan, perusahaan, editor dan organisasi profesi bisa memahami perubahan sistem kerja ini,” tuturnya.

Teddy menyatakan, insan jurnalis harus menjadi garda terdepan membendung penyebaran virus. Baik lewat penulisan artikel berkualitas sesuai kode etik jurnalistik juga menjadi contoh ketaatan menjalankan protokol kesehatan.

Ia optimis industri media mampu bertahan ditengah pelbagai kesulitan selama pandemi. Meskipun faktanya, pandemi covid memukul bisnis industri media nasional maupun daerah.

“Gaji dipotong, honor dipotong, sudah terjadi disini. Mau gimana lagi di tengah kondisi perusahaan yang sulit,” keluh Teddy.

Sehubungan itu, Teddy meminta pemerintah lebih serius mengatasi penyebaran virus kaitan kepentingan bisnis industri media.

AJI menyatakan bahayanya pandemi covid 19 bagi keselamatan jurnalis. Catatan juga menunjukan korban jiwa dua wartawan Indonesia terpapar virus kala berugas lapangan.

“Sudah ada 2 korban meninggal dari rekan jurnalis di lapangan,” kata Ketua Umum AJI Abdul Manan.

Korban merupakan wartawan lokal berdomisili di Bali dan Pamekasan Madura. Keduanya mengeluhkan gejala penyakit yang hampir sama serta sempat memperoleh penanganan medis.

Dua wartawan menjadi korban adalah Putu A dan Bambang Winaryo.

Sehubungan itu, jurnalis wajib mentaati protokol kesehatan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Soal social distancing, pengenakan masker, dan melengkapi cairan disinfektan.

Apalagi dalam kesehariannya, jurnalis lapangan cenderung abai menjaga memproteksi kesehatan diri. Khususnya dalam menjaga kesehatan diri guna membangun imunitas melawan penyebaran virus.

“Saya ragu apakah jam tidur, makanan, minuman wartawan sudah cukup sehat sesuai saran dokter. Selama ini memang dibawah standar kesehatan,” ungkapnya.

Sehingga, perusahaan media tempat jurnalis bekerja pun diminta lebih perduli membantu wartawan di masa pandemi. Perusahaan media wajib mendukung ketersediaan masker, cairan disinfektan, dan kesehatan wartawannya.

Dalam hal ini, AJI sudah turut berperan membantu ketersediaan masker dan cairan disinfektan bagi seluruh anggotanya. Wartawan anggota AJI juga selalu diingatkan dalam menjaga protokol kesehatan selama bertugas di lapangan.

Penyebaran virus covid 19 di Kaltim cenderung menurun memasuki bulan Oktober. Bulan ini kasus covid sebesar 3.826 turun bulan sebelumnya 4.409.

“Penyebaran menurun bulan Oktober,” ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim Natatiel Tandirogang.

Satgas Covid 19 Kaltim pun mencatat tambahan 1.143 suspek covid yang disumbangkan hampir semua kota/kabupaten. Hanya Penajam Paser Utara (PPU) yang tidak terdapat laporan suspek di bulan ini.

Tambahan pasien covid 19 tercatat berada di Samarinda (41), Balikpapan (15), dan Bontang (11). Ketiganya merupakan kota pusat perekonomian terbesar di Kaltim.

Nata khawatir, pandemi covid 19 terus berlanjut menjangkiti seluruh populasi hingga penemuan vaksi yang efektif. Ini sudah menjadi ciri virus yang menyerang manusia yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Sehubungan itu, Nata meminta jurnalis selalu membudidayakan pola hidup sehat guna membangun sistem kekebalan tubuh. Pola hidupnya dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat, istirahat cukup, dan menghindari rokok serta minuman keras.

“Tentunya juga menjalankan proktokol kesehatan masa pandemi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *