Center for Orangutan Protection (COP) akan membangun pusat rehabilitasi bagi primata orangutan sub species pongo pygmaeus morio. Realisasi pembangunan pusat rehabilitasi ini selesai pada 5 bulan mendatang.
“Insya Allah Juni sudah bisa beroperasi. Akan kami bangun segera di
Sepaku, Penajam Paser Utara,” kata Hardi Baktiantoro, Principal COP, Rabu (6/2).
Kawasan itu akan berada di area seluas 50 hektare di kawasan hutan
yang masih dianggap cukup baik. Dari Balikpapan jaraknya lebih kurang
80 km ke timur laut.
“Memang bukan hutan primer, sudah pernah dimanfaatkan oleh masyarakat,
namun untuk hutan rehabilitasi masih cukup baik,” sambung Hardi.
Pusat Rehabilitasi ini dirancang untuk 50 ekor orangutan, yaitu
orangutan yang karena beberapa sebab, misalnya ditangkap oleh manusia,
atau sejak lahir sudah dipelihara manusia, menjadi kehilangan
keterampilan hidup di alam bebas.
Di pusat rehabilitasi itulah orangutan-oranguntan tersebut diajari
kembali cara bertahan hidup di habitat aslinya.
Untuk pembangunan pusat rehbilitasi ini, COP didukung sepenuhnya oleh
Orangutan Appeal UK, sebuah lembaga donor dari Inggris yang peduli
pada keberadaan dan kehidupan satwa liar.
“Mereka membantu pendanaan setidaknya hingga 5 tahun ke depan,” ungkap Hardi.
Dengan berdirinya pusat rehabilitasi dan reintroduksi oleh COP ini,
maka di Kalimantan Timur akan ada 2 tempat yang menjadi tempat
penyelamatan orangutan
Yang pertama sudah berdiri sejak bertahun-tahun yang lalu adalah
Samboja Lestari yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation
(BOSF). COP sendiri sering membawa orangutan yang mereka selamatkan
kepada BOSF.
“Namun lama kelamaan yang Samboja Lestari juga penuh sehingga tidak
mampu lagi menampung orangutan yang perlu direhabilitasi yang terus
bertambah,” kata Hardi.
Sub spesies Pongo pygmaeus morio adalah spesies orangutan yang hidup
di Kalimantan bagian timur, yaitu di mulai dari bagian tengah
Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Sabah, Malaysia Timur.
Di Kaltim, dipercaya jumlahnya tinggal 4.825 ekor, dengan populasi
terbanyak ada di Kutai Timur hingga Berau, yaitu di Taman Nasional
Kutai, Muara Wahau, Bengalon, Sangatta, sepanjang daerah aliran sungai
(DAS) Kelai, DAS Lesan, dan DAS Segah di Berau. Hutan-hutan di sekitar
Samarinda, Marangkayu, dan Muara Badak juga masih memiliki orangutan
morio.
Selain orangutan morio, ada juga Pongo pygmaeus pygmaeus yang hidup di
sisi barat Pulau Borneo, yaitu di Kalimantan Barat, dan Pongo pygmaeus
wurmbii yang mendiami Kalimantan Tengah dan Ketapang di Kalimantan
Barat.
Saat ini orangutan wurmbii berjumlah 46.000 ekor lebih, sementara
orangutan pygmaeus hanya sedikit lebih banyak dari morio, yaitu
diperkirakan ada 7.500 ekor.
2 Comments
[…] di Kuwait dan BOSF. Satwa orangutan usia 2 tahun tersebut sempat dititipkan di kebun binatang Kuwait sebelum diterbangkan kembali ke […]
[…] kata Yaya kerap menuding orangutan sebagai hama yang merusak area perkebunan milik warga. Menurutnya hal tersebut terjadi akibat makin […]