Balikpapan –
Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan Kalimantan Timur menyebutkan terjadinya penurunan jumlah pendonor darah memasuki bulan Ramadhan ini. Stok darah PMI Balikpapan menurun untuk kebutuhan satu pekan kedepan saja.
“Stok darahnya menurun hanya untuk kebutuhan seminggu saja,” kata petugas tranfusi darah PMI Balikpapan, Ronny Fatahillah, Rabu (10/7).
Stok darah PMI Balikpapan, kata Ronny terdiri golongan darag A sebanyak 30 kantong, AB sebanyak 30 kantong dan B sebanyak 50 kantong. Mereka hanya memiliki pasokan stok darah golongan O yang mencukupi hingga sebulan kedepan.
“Demikian pula trombosit darah yang kosong stoknya,” ungkapnya.
Ronny mengatakan penurunan jumlah pendonor darah Balikpapan hingga 50 persen dari jumlah biasanya. Para pendonor memilih untuk menjalankan aktifitas bulan Ramadhan seperti sholat teraweh hingga penurunan kesibukan hariannya.
“Harus menunggu mereka dahulu dalam menjalankan sholat teraweh,” paparnya.
Para pendonor darah di Balikpapan biasanya adalah personil TNI/Polri hingga pegawai negeri/swasta setempat. PMI Balikpapan sudah mendata para pendonor aktif bila nantinya dibutuhkan mendadak.
Biaya satu kantong darah sebesar Rp 290 ribu. Namun jika ada surat jaminan, masyarakat tidak perlu bayar. Pasian biasanya membutuhkan darah sebanyak 2 hingga 10 kantong tergantung jenis penyakit dideritanya.