Total Indonesie Investasi Rp 3,5 T di Blok South Mahakam
16 March 2012
Masyarakat Kaltim Panic Buying
16 March 2012

PSB di Balikpapan Harus Mengacu SK Walikota

Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan menegaskan penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini harus tetap mengacu pada SK Walikota dan surat edaran dari Dinas Pendidikkan (Disdik) Kota Balikpapan untuk menghindari adanya permainan antara pihak sekolah dan orang tua murid.   Demikian dikatakan anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Syarifuddin Odang, Jumat (16/3). Hal itu kata Odang, sebagai dasar agar setiap sekolah secara transparan dan terbuka dalam melakukan PSB khususnya bagi  rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

 

Pasalnya, selama ini, imej  sekolah RSBI masih dinilai tidak baik dimata masyarakat saat ini. Meskipun, tidak mengesampingkan sekolah-sekolah lainya banyak juga sekolah swasta yang setara dengan RSBI sekarang ini.

 

“Kami mengharapkan agar penerimaan siswa baru tahun ini dapat berjalan baik. Agar tidak merugikan para orangtua atau wali murid, sehingga tidak menimbulkan gejolak ditengah masyakat atau keluhan dari orang tua siswa,” katanya.

 

Karena itu lanjut Odang, Disdik perlu melakukan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat dan sekolah. Bahwa, PSB  diatur dalam SK Walikota dan surat edaran disdik sebagai dasar penerimaan. Standar nilai sudah menjadi prioritas demikian pensyaratan lainnya.

 

Mengenai dibolehkanya RSBI melakukan pungutan saat PSB, menurut Odang, bukanlah yang melanggar karena hal itu telah memiliki aturan sendiri. Tetapi, pungutan itu tidak melebihi 20 persen dari bantuan BOS daerah dan BOS provinsi yang sudah diatur.

 

Ia juga menegaskan, bahwa pungutan yang dilakukan juga harus memiliki dasar dan memiliki pertanggungjawaban dari pihak sekolah bersangkutan. Tentunya, pengutan atau pembayaran itu tidak menyusahkan bagi orang tua atau wali murid.

 

Senada Kepala Disdik Kota Balikpapan Syahrumsah Setia juga mengatakan, PSB khususnya RSBI memang diatur dalam SK Walikota dan surat edaran dari Disdik. Ia juga sependapat bahwa, pungutan yang dilakukan tidak boleh melebihi 20 persen dari kuota BOS per siswa.

 

Menurutnya, untuk menghindari terjadi kecurigaan dari para orang tua. Disdik bersama sekolah-sekolah RSBI terus melakukan berbagai sosialisasi untuk menghindari adanya penyalahgunaan PSB tahun ini.

 

Berbagai tahapan pun akan dilakukan dalam penerimaan siswa baru tahun ini diantaranya tunduk dan mengikuti surat edaran yang dikeluarkan pihak disdik dan mengikuti aturan melalui SK walikota.

 

Melalui aturan tersebut berbagai aturan main secara jelas tertuang dan pihak sekolah harus taat dengan aturan tersebut. “Kami terus melakukan sosialisasi hingga pendaftaran siswa baru tersebut selesai dan berjalan lancar. Harapan kita semua terbuka dan bisa diakses agar kecurigaan dan permainan itu tidak terjadi,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *