Satu Ruko di Cemara Rindang Dihancurkan
6 December 2011
IOF Kaltim Terjunkan 18 Offroader
6 December 2011

Proses Negoisasi Cemara Rindang Lanjut

Balikpapan - Hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya melakukan negoisasi terkait ganti rugi kompleks cemara rindang. Pasalnya eksekusi cemara rindang untuk sementara dihentikan usai Natal proses eksekusi dilanjutkan kembali. Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, dalam masa jeda tersebut Permkot Balikpapan akan menyelesaikan proses ganti rugi. “Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa dicapai kesepakatan harga” kata Rizal, Selasa (6/12).

Namun Rizal mengharapkan, pengertian kepada pemenang (penggugat) soal besaran ganti rugi. Pemkot Balikpapan kata rizal, tetap meminta pembayaran maksimal sesuai NJOP mengingat tanah yang disengketakan sebagian besar untuk kepentingan publik .

“2/3 itu wilayah pemkot, itu harus dibayar juga tapi harus dianggarkan dulu bersama DPRD tidak bisa dalam satu tahun. Jadi mohon pengertian dari pihak penggugat. Mohon kearifanya, karena pasang harga tinggi-tinggi yang dibayarkan ini uang rakyat juga,” terangnya.

Menurut Rizal, ada dua skema perlakuan pembayaaran ganti rugi yakni pasar dan bangunan itu mendekati NJOP dan untuk fasum seperti jalan dan taman.Meski begitu ia juga berharap semua pihak harus menghormati hukum dan menjalani keputusan hukum yang sudah tetap ini.

Luasan seluruhnya mencapai 2,35 hektar. Meski hingga kini belum jelas Ruko mana saja yang setuju dan belum setuju soal ganti rugi. ”Kita ini tidak ada kepentingan pribadi, inikan fasum. Jadi harus diperlakukan beda. Tapi saya berharap semua pihak menghormasti hukum dan berjalan sesuai hukum,” tandasnya.

Seperti diketahui dari 105 ruko, terdapat dua kelompok yakni kelompok 59 yang diwakili kuasa hukum Wuri Sumampouw dan kelompok 46 yang tanpa didampingi pengacara dan kelompok aset Pemkot Balikpapan berupa pasar blauran, toko-toko seluler termasuk fasilitas umum yang ada dengan luasan 1,7 hektar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *