Karenanya, Bertrand yang juga Duta Besar Prancis untuk negara Timor Timur itu menjajaki kerjasama yang mungkin antar kedua pemerintahan, di antaranya sektor pariwisata.
“Prancis juga punya program ke pemerintahan dan pariwisata yang bagus,” terangnya.
Apalagi kata Bertrand, selama ini industri perminyakan dari Prancis juga banyak berkiprah di Kota Balikpapan sejak lama yang sudah puluhan tahun, yakni perusahaan migas Total Indonesia .
Karenanya Bertrand ingin tahu pariwisata Balikpapan dan Kaltim seluruhnya. Ia ingin tahun seluruh potensi yang ada sehingga bisa membuka peluang maksimal kerjasama antarkedua pemerintah atau antar pihak-pihak ketiga yang terlibat.
Ia menilai Balikpapan sudah berkembang dengan cukup baik. Kunjungan kali ini adalah kunjungan Lortholary yang kedua. “Yang pertama 20 tahun yang lalu,” kata Dubes yang fasih berbahasa Mandarin itu.
Seperti diketahui, Kota Balikpapan,memiliki wisata alam, wisata petualangan, dan wisata sejarah. Untuk wisata alam yakni pantai dan hutan, di antaranya Pantai Manggar Segara Sari, Pantai Lamaru dan Pantai Monpera.
Sedangkan untuk wisata hutan, yakni hutan tropis yang berusia 12 juta tahun, yaitu Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), dan Mangrove Center di kawasan Somber, Balikpapan Utara.
Di kawasan-kawasan itu hidup flora dan fauna langka yang bisa jadi obyek pariwisata tak ternilai seperti pohon ulin, anggrek, hingga beruang madu.
Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga menawarkan kerjasama di bidang pertanian dan perikanan-kelautan. Dalam hal ini, Kedutaan Besar Prancis di Jakarta pernah menjadi sponsor seminar kelautan di Bogor awal Maret ini. (ant)