Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Balikpapan Kalimantan Timur menolak hasil rekapitulasi pemilu legeslatif Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Mereka melakukan aksi walk out saat proses penghitungan suara yang dianggap tidak jujur, adil serta cacat hukum.
“Kami tidak mengakui hasil pemilu dan hasil rekapitulasi suara pemilu karena cacat moral dan hukum,” kata Wakil Ketua PKB Balikpapan, Redin, Senin (21/4).
Redin dan Ropii bertugas sebagai saksi rekapitulasi suara KPU Balikpapan pada dini hari ini. Keduanya merupakan pengurus DPC PKB Balikpapan.
Redin mengatakan suara PKB Balikpapan banyak yang hilang dalam rekapitulasi KPU Balikpapan. Ada perbedaan yang mencolok antara hasil penghitungan saksi PKB dengan rekapitulasi KPU Balikpapan.
“Alasan kami keluar karena unsur jurdil seperti banyak suara yang hitung tidak dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Selain PKB, rekapitulasi ini juga mendapatkan banyak interupsi dari saksi saksi parpol lain seperti PAN, Demokrat, PDIP, Gerindra dan PPP. Mereka menyoal ketidak sesuai data pemilih mulai dari tingkat KPPS, PPS dan PPK.
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha mengatakan penyelenggaraan pemilu sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Dia mempersilakan masing masing parpol melayangkan protes pada KPU Pusat.
“Tapi angka itu riil itu benar adanya tapi karena salah input sehingga terjadi berbeda jumlah pemilih. Tapi yakinlah, tidak ada permainan suara,” paparnya.
Rekapitulasi KPU Balikpapan menempatkan Partai Golkar memperoleh 12 kursi hasil pemilu legeslatif lalu atau meningkat dari sebelumnya hanya 10 kursi. Perolehan selanjutnya adalah PDIP, Hanura, Gerindra yang masing masing memperoleh enam kursi suara.
Adapun Partai Demokrat dan PKS mengalami penurunan drastis perolehan suaranya dengan mengirimkan 4 orang wakilnya duduk di DPRD Balikpapan. Sebelumnya, kedua partai ini mendominasi susunan legeslatif Balikpapan.
Sedangkan PPP tetap 3 kursi dan pendatang baru Nasdem masing-masing memperoleh 3 kursi. Sedangkan PBB tetap seperti pileg 2009 lalu memperoleh 1 kursi sama seperti pileg 2014 ini.