PT Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan Kalimantan Timur meluncurkan produk BBM terbarunya yaitu solar Dex bagi konsumen kendaraan premium. Produk solar ini merupakan pengembangan kilang kilang Balikpapan yang mengolah produk minyak mentah dari Kalimantan.
“Produk Pertamina solar Dex ini merupakan pengembangan kilang kilang Balikpapan,” kata Manager Umum PT Pertamina UP V Balikpapan, Achmad Fathoni dalam sambutannya, Kamis (7/11).
Pertamina mulai mengupayakan kualitas produk solar Dex sejak Januari – April di kilang Balikpapan. Pengujian juga dilakukan lewat berbagai uji coba laboratorium hingga tes lapangan hingga Oktober lalu.
“Sekarang ini kita sudah lepas di konsumen Balikpapan,” paparnya.
Fathoni mengatakan solar Dex sangat menunjang bagi kendaraan bermotor jenis disel dengan performa tinggi. Penggunaan bahan bakar solar Dex, menurutnya mampu melindungi keawetan onderdil mobil sehingga memangkas perawatan kendaraan.
“Keunggulan start mobil mudah, tarikan enteng, suara mesin halus, kandungan sulfur rendah sehingga korosi mesin juga rendah pula. Emisi sulfur rendah sehingga lebih ramah pada lingkungan,” ujarnya.
Pertamina Balikpapan rencananya akan memproduksi solar Dex sebanyak 20 MB per bulannya untuk konsumen Indonesia timur. Kilang Balikpapan sendiri berkapitas produksi 100 MB solar Dex per bulannya.
“Sementara kami produksi sebanyak itu sesuai permintaan pasar,” tuturnya.
Manager Umum PT Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan, Fariz Aziz mengatakan produksi solar Dex nantinya dipasarkan di Indonesia timur seharga Rp 13.200 per liternya. Harga ini menurutnya sudah wajar sesuai kualitas produk solar yang sesuai standar internasional.
“Dulu saat masih mendatangkan dari kilang Balongan harganya melambung jadi Rp 16 ribu sesuai tambahan ongkos kirim. Sekarang dengan produksi di Balikpapan harganya bisa ditekan menjadi Rp 13.200 per liternya,” paparnya.
Kalimantan, kata Fariz menjadi pasar menjanjikan bagi pemasaran solar Dex. Sebanyak 40 juta kendaraan bermesin disel di Indonesia, menurutnya sebanyak 32 persen diantaranya berada di Kalimantan.
“Prospeknya menjanjikan bagi kendaraan disel di Kalimantan,” tuturnya.
Fariz mengaku akan mengkonsentrasikan pemasaran solar Dex untuk wilayah Indonesia timur dan sekitarnya. Ada terdapat kota kota potensial seperti Balikpapan, Samarinda, Makassar, Surabaya hingga Papua.
Pertamina mulai mengapalkan produk solar Dex untuk sejumlah kota di Indonesia. Perusahaan migas dalam negeri ini memberangkatkan kapal tangker bermuatan 3 ribu kilo liter solar Dex untuk konsumen SPBU di Surabaya Jawa Timur dan Sumatera.