Pengukuhan Organisasi Kesehatan Penajam

PPTINewsPenajam –
Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur mengukuhkan Perhimpunan Permberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI), Majelis Permberdayaan Perempuan dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat. Wakil Bupati Penajam, Drs Mustaqim MZ MM meminta agar mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pada masing masing organisasi kesehatan ini.

“ Tujuannya, bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi yang utama adalah untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai investasi dalam pembangunan dimasa akan datang,” ujarnya di aula Pemkab Penajam, Kamis (4/9).

Mustaqim mengatakan pemerintah daerah bertugas meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat, bukan hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, tetapi juga terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia bidang kesehatan.

Dikatakan Mustaqim, PPTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang memdukung upaya penanggulangan penyakit menular, yaitu penyakit tuberkolosis ( TB ). Sebagaimana diketahui, saat ini angka kejadian penyakit TB masih relatif tinggi, dan Indonesia tercatat sebagai negara yang memberikan konstribusi penderita TB terbesar ke-4 didunia setelah India dan RRC.

Di Indonesia keprihatinan lain bahwa, ternyata penyakit TB merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar disamping penyakit jantung. Kemudian, masih ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa TB adalah penyakit keturunan, penyakit kutukan ataupun guna-guna yang sulit penyembuhannya.

Untuk merubah anggapan tersebut, perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penyuluhan ataupun pendampingan. Penyuluhan yang intensif diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap penyakit TB. Termasuk cara pencegahan maupun penyembuhannya.

Kadis Kesehatan Kabupaten PPU, Dr. Arnold Wayong mengatakan, TBC merupakan salah satu masalah dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat Indonesia dan menduduki peringkat ke 4 terbesar di dunia setelah Cina, India dan Afrika Selatan.

Sedangkan angka penderita TBC di Kabupaten PPU sesuai hasil Riskesdas 2007 dan 2011, dalam 10 ribu penduduk terdapat 21 penderita TBC.

“Pada tahun 2012 terdapat 201 kasus TBC, 2013 184 kasus dan pada 2014 dengan jumlah penduduk PPU 176.270 ribu, hingga trimester II saat ini masih ditemukan 108 kasus TBC. Sedangkan angka kesembuhan sejak tahun 2013 hingga triwulan dua mencapai 90 persen,“ terangnya.

Angka penemuan kasus TB kata Arnold belum mencapai target yang ditetapkan secara Nasional.

“Hal ini disebabkan masih banyak penderita TB yang malu berobat, masih menganggap penyakit keturunan atau guna-guna dan ada sebagian masih mengucilkan para penderita TB,“ pungkasnya. ADV

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *