Balikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menjamin perimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan bersih dari unsur korupsi kolusi nepotisme. Proses penerimaan melibatkan unsur perguruan tinggi, LSM hingga pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Semua yang melaksanakan pusat dan diawasi oleh KPK dan LSM. Kalau dulu –dulu mungkin masih bisa sekarang saya jamin ini super clear,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemkot Balikpapan, Tatang Sudirdja, Jumat (13/9).
Tatang mengatakan pendaftaran serta penyerahan berkas CPNS saat ini lewat website dan Kantor Pos. Panitia memutuskan kemungkinan interaksi antara CPNS dengan panitia penermaan.
“ Jadi kita benar-benar menghindari kontak langsung antara panitia dengan pelamar,” paparnya.
Aturan ini, kata Tatang jadi kebijakan Badan Kepegawaian Nasional dalam penerimaan CPNS daerah. Daerah berkoordinasi soal kuota CPNS antara BKN dengan Disnakertrans Balikpapan.
Sehubungan CPNS ini, Tatang mengatakan kualitas SDM Balikpapan masih tertinggal dibandingkan para pendaftar luar kota. Penerimaan tahun 2012 lalu, hanya 40 persen pelamar Balikpapan yang lolos tahapan seleksi. Sisanya sebanyak 60 persen adalah para pelamar luar kota.
Panitia pusat bahkan terpaksa menurunkan standar kelulusan tahapan kelulusan untuk disesuaikan dengan pelamar local. Namun tetap saja jumlah yang lolos terbilang lebih sedikit dibandingkan pelamar luar kota.
“Diturunkan karena soalnya susah. Kalau ngak diturunkan mungkin hanya beberapa saja yang lulus,” ungkapnya.
Hanya ada tiga daerah yang kualitas pelamarnya sesuai standar yaitu Jakarta, Surabaya dan ada satu di Sumatera. Selebihnya daerah-daerah diturunkan menurunkan passing grade.