Sebanyak 50 pemuda mewakili organisasi kepemudaan dan Badan ekskutif Mahasiswa mengikuti acara Pengembangan Parlemen Pemuda di Balikpapan Kaltim. Acara ini menjadi intisiatif Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Program parlemen pemuda kini sudah memasuki tahun kedua. Selama kurun 2013, ada tiga angkatan yang dibentuk. Angkatan I digelar di Bandung (mewakili Indonesia Barat), angkatan ke II di Makassar (mewakili Indonesia Timur), dan angkatan ke III di Balikpapan (mewakili Indonesia Tengah).
“Pesertanya kita ambil dari perwakilan 33 provinsi, dari unsur organisasi kepemudaan maupun mahasiswa,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Program Pengembangan Pemuda Asisten deputi Kepemimpinan Pemuda Kemenpora, Riyanto.
Parlemen pemuda ini nanti bisa menjadi mitra DPRD dan DPR RI dalam mengadvokasi kebijakan pemerintah termasuk dalam pembahasan anggaran sekaligus wadah pendidikan politik mengenai sistem parlemen di Indonesia.
Kegiatan ini dirancang dengan harapan ini bisa membuat anak muda lebih peka dan paham atas kondisi politik di sekitarnya. Dengan demikian, anak muda bisa memilih wakil rakyat yang tepat.
Hadir sebagai pembicara yakni Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong, Ketua Badan Kehormatan DPRD Balikpapan Syafruddin, Ketua Komisi I Sonhaji, Sekretaris Komisi I Riza Permadi, Ketua Komisi II Patly Parakkasi, dan Anggota Komisi I Muhammad.
Burhanuddin mengatakan saat ini pemuda Indonesia harus terjun langsung dalam membuat perubahan, bukan hanya mengkritik pemerintah. Menurutnya, apatisme politik akan menciptakan politik yang tidak baik.
Pemuda adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bangsa, meski kenyataannya masih banyak pemuda yang diperalat. Karena itu, dalam menyikapinya pemuda harus diberi pemahaman nasionalisme agar menjadi manusia yang amanah dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan Negaranya.