PT Semen Gresik menyiapkan pabrik Rembang Jawa Tengah yang dimaksutkan untuk penguasaan pasar Kalimantan Timur. Pabrik semen Rembang dipersiapkan berproduksi awal tahun depan dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun.
“Produksi pabrik di Rembang dipersiapkan guna memenuhi permintaan semen di Kaltim,” kata Direktur Komersial Semen Gresik, Mukhamad Saifuddin di Balikpapan, Kamis (26/11).
Saifuddin mengatakan Kaltim menjadi pasar potensial industry semen di masa masa mendatang. Dia menyebutkan sejumlah proyek raksasa yang membutuhkan pasokan semen seperti jalan tol Balikpapan – Samarinda, rel kereta api Rusian Railways, jembatan Pulau Balang dan lain lain.
Pabrik semen Rembang memiliki cadangan bahan baku kapur yang tinggi. Usia pabrik ini diperkirakan hingga 100 tahun estimasi produksi 3 juta ton per tahun dengan nilai investasi sebesar RP 3 triliun.
Semen Gresik mencoba menangkap peluang ini dengan membuka industry pengepakan semen berkapasitas 1.700 ton per harinya. Industri pengepakan semen Balikpapan saat ini berproduksi sebanyak 300 hingga 400 ton per harinya.
Kepala Departemen Penjualan PT Semen Gresik, Bambang Djoko menambahkan penguasaan pasar semen area Kaltim relative masih kecil dibandingkan para competitor yakni 7 persen. Pasar semen di Kaltim masih dikuasai para pemain lama seperti Tonasa, 3 Roda dan Conch.
“Kami akan bersaing merebut pasar di Kaltim,” tuturnya.
Semen Gresik masih mengembangkan pasar di sekitar lokasi pengepakan semen yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Paser. Semen Gresik kedepannya mulai membidik pasar pasar baru yang berada di wilayah Samarinda, Bontang, Tenggarong dan Kalimantan Utara.