Balikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan siswa siswa putus sekolah setempat bisa melanjutkan studinya lewat program informal pendidikan. Yayasan Asapena memfokuskan diri dalam layanan pendidikan bagi anak anak putus sekolah formal.
“Bisa melanjutkan jenjang pendidikan informal lewat yayasan yang dipimpin istri Wali Kota Balikpapan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan, Herry Wisnoto, Rabu (8/5).
Sejak awal pembentukannya, Herry mengatakan yayasan ini sudah konsen dalam pendidikan anak anak putus sekolah. Tercatat ada 20 – 30 siswa putus sekolah di Balikpapan yang mayoritas adalah keluarga pendatang.
“Kalau perkiraan tiap tahunnya 20-30 siswa,” paparnya.
Herry mengatakan mayoritas keluarga pendatang terganjal permasalahan ekonominya. Mereka rata rata mengkonsentrasikan potensi keluarganya untuk mencari nafkah dibandingkan pendidikan.
Anak anak usia 7 hingga 12 tahun ini kedapatan jadi loper Koran di sejumlah perempatan jalan kota Balikpapan. Anak anak putus sekolah ini berjualan Koran dari pukul 07.00 hingga 15.00 Wita.
Sehubungan itu, Herry menilai Yayasan Asapena berguna dalam membantu anak anak usia belia ini. Mereka bisa mengikuti berbagai paket program belajar dari Paket A, B hingga C.
1 Comment
[…] menargetkan bimbingan teknis kurikulum ini mampu dituntaskan selama enam bulan kedepan. Harapannya, kurikulum terbaru ini nantinya bisa diterapkan pada sistim belajar mengajar 2015 […]